Mengenal Pengertian Anemia Gravis dan Cara Pengobatannya

Foto : ilustrasi
Foto : ilustrasi

SURABAYA | ARTIK.ID - Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Sementara itu, anemia gravis merupakan salah satu jenis anemia yang ditandai dengan sangat menurunnya kadar hemoglobin darah. Kelainan darah ini termasuk dalam kondisi serius hingga penderitanya sering kali membutuhkan transfusi darah.

Mari ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasi anemia gravis dalam ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Sambut Bulan Suci Ramadan, Koramil Arosbaya dan MWC NU Gelar Donor Darah

Anemia gravis termasuk dalam kategori anemia berat yang ditandai dengan kadar hemoglobin dalam darah sangat rendah, yaitu kurang dari 8 gram/dL. Kondisi tersebut menyebabkan penderitanya memerlukan transfusi darah.

Pada kondisi ini, sel-sel dalam tubuh kekurangan asupan oksigen untuk menjalankan fungsinya secara normal.

Bahkan kurangnya asupan oksigen tidak hanya menimbulkan gejala anemia berat, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan organ tubuh.

Tiga faktor utama yang bisa menyebabkan jenis anemia ini antara lain adalah hancurnya sel darah merah, menurunnya produksi sel darah merah, dan kehilangan darah dalam jumlah masif atau banyak. Berikut masing-masing penjelasannya :

1. Hancurnya Sel Darah Merah

Salah satu penyebab anemia gravis adalah hancurnya sel darah merah yang lebih cepat daripada proses produksinya. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita talasemia atau penyakit autoimun.

2. Menurunnya Produksi Sel Darah Merah

Penurunan produksi sel darah merah pada kondisi ini biasanya dipicu oleh penyakit berat atau penyakit yang sudah berlangsung lama (kronis), seperti gagal ginjal stadium 5, HIV/AIDS, kanker, atau hipotiroidisme.

Namun, penurunan sel darah merah ini juga bisa disebabkan oleh anemia kekurangan zat besi.

Baca Juga: Labkesda Surabaya Melayani Laboratorium Kesehatan Lingkungan dengan Biaya Murah

Selain itu, kerusakan pada sumsum tulang belakang akibat infeksi, penyakit autoimun, atau efek samping obat-obatan juga dapat mengganggu produksi sel darah merah.

3. Kehilangan Darah dalam Jumlah Banyak

Jenis anemia ini juga bisa terjadi akibat perdarahan hebat, misalnya karena kecelakaaan yang membuat pembuluh darah terputus atau pecahnya pembuluh darah akibat varises esofagus atau diseksi aorta.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya jenis anemia ini adalah : pertama, Kekurangan vitamin dan mineral dalam tubuh, terutama asam folat, vitamin B2, dan vitamin C yang berperan dalam produksi sel darah merah. Kedua, Menderita penyakit kronis, seperti penyakit ginjal atau penyakit autoimun kronis. Ketiga,
Memiliki keluarga dengan riwayat anemia.

Baca Juga: Jelang Iduladha, Kementan Pantau dan Jamin Kesehatan Hewan Kurban

Pengobatan dan Pencegahan Anemia Gravis

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk menangani kondisi anemia gravis, yaitu : Transfusi darah, untuk menambah darah dalam tubuh. Mengonsumsi suplemen dan vitamin tambahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Mengobati penyebab yang mendasari terjadinya anemia. Transplantasi sumsum tulang.

Sementara itu, langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan penambah darah atau makanan yang mengandung zat besi (daging sapi, daging ayam, dan kacang-kacangan), asam folat (B9) dan vitamin B12 (kacang-kacangan, sereal, dan susu kedelai), serta vitamin C (jeruk, lemon, dan stroberi).

Itulah penjelasan seputar anemia gravis yang perlu Anda ketahui. Jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi anemia, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. (*)

Sumber : Artikel Siloam Hospitals

Editor : Bahri