Sentra Pengrajin Tenun Wedani Giri Nata Desa Wedani, Cerme, Ini Kata Kopka Fauzi

GRESIK | ARTIK.ID - Sentra pengrajin tenun Wedani Giri Nata (WGN) Desa Wedani, Kecamatan Cerme, merupakan tradisi batik warisan budaya yang kaya dan beragam, dengan sejarah panjang berabad-abad. Batik tidak hanya sekedar kain bermotif indah, tetapi juga mengandung makna filosofis dan spiritualitas yang mendalam.

Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi batiknya sendiri, dengan ciri khas motif, warna, dan teknik pembuatan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Sapu Kemenangan Bolavoli Nusantara Cup, Elang Laut di Posisi 4

Sentra pengrajin tenun Wedani Giri Nata (WGN) terletak di Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Desa ini terkenal sebagai salah satu sentra produksi kain tenun dengan mutu tinggi.

Para pengrajin di Desa Wedani menggunakan alat tenun klasik bukan mesin (ATBM) untuk membuat kain tenun yang indah dan berkualitas tinggi.

Babinsa Koramil 0817/08 Cerme, Kopka Fauzi saat mengunjungi Sentra Pengrajin Tenun WGN, Jumat (24/5) mengatakan, kunjungannya merupakan wujud kepedulian. Menurutnya Batik Cerme adalah khasanan warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan bersama.

"Batik tenun Cerme merupakan warisan leluhur yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Wedani, warisan ini harus kita kawal agar tetap lestari," ungkap Kopka Fauzi.

Baca Juga: Purnawirawan TNI Terisolir Akibat Banjir di Sampang, Babinsa dan BPBD Bergerak Cepat

Motif tenun Wedani beragam dan unik, dengan ciri khas warna-warna yang cerah dan mencolok. Beberapa motif tenun Wedani yang terkenal antara lain motif songket, liris, dan parang.

Tradisi tenun di Desa Wedani telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Menurut warga setempat, desa ini telah menjadi sentra produksi kain tenun sejak zaman kerajaan Majapahit.

Kopka Fauzi berharap, para pengerajin tetap bersemangat dalam berkarya membatik agar mampu menjaga hasil produk tenun yang berkualitas sehingga dapat diminati oleh masyarakat. Dengan begitu Desa Wedani akan lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Banjir Luapan Bengawan Solo Genangi Desa Madu Mulyorejo, Gresik, 2.18 KK Terdampak

"Semoga dengan keuletan para pengrajin batik tenun Desa Wedani dapat terus melestarikan peninggalan budaya serta mengembangkan usaha dengan meningkatkan kualitas produksi sehingga dapat meningkatkan perekonomian pengrajin dan warga setempat," paparnya.

Jika ingin mengunjungi Sentra pengrajin tenun WGN yang ada di Desa Wedani, Kecamatan Cerme dapat menggunakan berbagai moda transportasi umum atau pribadi.
Dari Gresik, menuju Desa Wedani jika menggunakan transportasi umum, perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit - 1 jam. (red)

Editor : Jabrik