Hotel Niagara Malang, Saksi Bisu Perpaduan Budaya dan Arsitektur Klasik dari Masa Kolonial

MALANG | ARTIK.ID - Hotel Niagara Malang awalnya merupakan vila megah milik keluarga Liem Sian Joe yang dirancang oleh arsitek ternama Brasil, Mr. Fritz Joseph Pinedo di era 1800-san. Dibangun dengan memadukan gaya arsitektur Brasil, Belanda, Tiongkok, dan Victoria.

Gedung yang 5 lantai ini memiliki ruangan (aula) keluarga di masing-masing lantai sebagai tempat berkumpul keluarga.
Namun dengan semua kemewahan itu, Liem Sian Joe dan keluarga hanya menempatinya sampai tahun 1920-an saja, karena dia meninggalkan Indonesia dan menetap di Negara Belanda.

Baca Juga: Pesona Arsitektur Eropa dan Cita Rasa Istimewa di Kafe 27 Kenjeran Surabaya

Vila ini menjadi saksi bisu perpaduan budaya di era kolonial. Keunikan arsitekturnya terlihat dari penggunaan batu bata yang menonjol, ornamen bercorak ekspresionisme dan art deco, serta lift kayu antik merek Asea dari Swedia yang dirancang tahun 1900-an.

Setelah ditinggal oleh pemiliknya villa keluarga ini mulai jarang digunakan dan kurang terawat selama bertahun-tahun, yang akhirnya pada tahun 1960 salah seorang ahli waris keluarga Liem Sian Joe menjualnya kepada seorang pengusaha yang berasal dari Surabaya bernama "Ong Kie Tjai".

Di tangan Ong Kie Tjai, vila ini kemudian direnovasi dan dirubah menjadi Hotel Niagara. Hotel ini telah menjadi salah satu pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi menginap di bangunan bersejarah.

Namun, seiring berjalannya waktu, Hotel Niagara mulai dikenal dengan cerita-cerita seram yang beredar di media sosial.

Berbagai pengalaman mistis dibagikan oleh para tamu, mulai dari ketukan pintu gaib hingga penampakan hantu.
Hal ini menjadikan hotel ini sebagai salah satu destinasi wisata mistis yang menarik bagi para pencari sensasi.

Fakta Menarik dan Keunikan Hotel Niagara:

Arsitektur Klasik Eropa, Perpaduan gaya arsitektur Art Deco dan Art Nouveau menjadi daya tarik bagi pecinta arsitektur klasik.

Lift Kayu Antik, Lift kayu antik merek Asea dari Swedia, peninggalan dari masa lampau, masih terawat dengan baik dan menjadi salah satu ikon hotel.

Baca Juga: Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, Khofifah Indar Parawansa Sebut Jatim Sumbang Nominasi Terbanyak

Lantai Keramik Asli, Keramik di lobi hotel diklaim masih asli sejak awal berdirinya hotel, dengan motif geometris yang unik.

Tangga Keramik Bermotif Karpet, Tangga hotel yang sekilas tampak seperti karpet mewah ini ternyata terbuat dari keramik, menjadi ciri khas Hotel Niagara.

Pemandangan Alam, Hotel ini menawarkan panorama Lawang dan Gunung Arjuna yang indah, memberikan sentuhan alam di tengah suasana klasik.

Kondisi Hotel Saat Ini:

Baca Juga: Pengin Libur Seru Nataru, Ayo ke Museum Transportasi Terbesar Asia Tenggara di Malang

Meskipun sempat diterpa stigma negatif, Hotel Niagara terus berbenah dan menawarkan berbagai pilihan kamar dengan fasilitas modern, mulai dari Classic hingga Family, dengan harga yang terjangkau.

Pengelola hotel juga membantah cerita seram yang beredar dan menyatakan bahwa selama bertahun-tahun, tidak pernah ada kejadian mistis yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Bagi para pecinta sejarah, arsitektur, dan wisata mistis, Hotel Niagara Malang menghadirkan perpaduan unik yang menarik untuk dijelajahi.

Pengalaman menginap di hotel ini menjanjikan sensasi kembali ke masa lampau dengan sentuhan misteri yang membangkitkan rasa penasaran. (red)

 

Editor : Jabrik