SURABAYA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menjajaki kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat pembangunan venue konser berstandar internasional di Indonesia.
Langkah strategis ini diambil guna menjawab keluhan para promotor musik terkait minimnya infrastruktur pertunjukan skala besar yang representatif di tanah air. Keterbatasan ruang dinilai membuat Indonesia sering kehilangan momentum emas menjadi tuan rumah tur musisi global.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan intensif dengan Chief Executive Officer (CEO) Danantara untuk membahas peluang investasi jangka panjang tersebut.
"Kami juga berbicara dengan CEO Danantara untuk investasi di venue konser, terutama untuk pembangunan fasilitas yang memang dibutuhkan," ujar Widiyanti pada Kamis (16/7/2026).
Selama ini, konser-konser besar di ibu kota masih mengandalkan stadion olahraga seperti Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, Widiyanti menekankan bahwa tempat-tempat tersebut tidak dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan akustik dan teknis pertunjukan musik profesional.
"Penggunaan GBK harus berbagi dengan agenda olahraga, sehingga memang dibutuhkan venue konser khusus," jelas Menpar.
Sementara untuk JIS, tantangan utama yang dihadapi oleh penyelenggara acara adalah aksesibilitas penonton serta kemacetan lalu lintas di sekitar area stadion. Menpar menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna membenahi fasilitas penunjang transportasi di kawasan utara Jakarta tersebut.
Selain fokus pada penyediaan infrastruktur fisik, Kemenpar tengah mempercepat reformasi tata kelola perizinan event di Indonesia. Birokrasi yang ringkas diharapkan mampu menaikkan daya saing Indonesia di tingkat regional dibandingkan negara tetangga dalam memperebutkan jadwal tur dunia para musisi internasional.
Industri pertunjukan diyakini memiliki daya dongkrak ekonomi berganda (multiplier effect) yang sangat besar untuk sektor pariwisata nasional.
Setiap festival atau konser internasional terbukti meningkatkan okupansi hotel secara instan, menggerakkan industri kuliner, jasa transportasi, serta membuka lapangan kerja baru bagi pekerja kreatif dan pelaku UMKM lokal.
Sebagai langkah penguatan ekosistem jangka panjang, Kemenpar juga terus mendorong program strategis nasional seperti Event by Indonesia dan Karisma Event Nusantara (KEN). Komitmen pembangunan venue konser baru ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menyokong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia ke depan. (red)
Editor : Fudai