artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Tidak Lolos SPMB Negeri? DPRD Surabaya Pastikan Sekolah Swasta Tetap Jadi Solusi Terbaik

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Srikandi Politisi Gerindra Surabaya Ajeng Wira Wati (doc. nur)
Srikandi Politisi Gerindra Surabaya Ajeng Wira Wati (doc. nur)

SURABAYA – Berakhirnya proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 bukan berarti kesempatan anak untuk mengenyam pendidikan ikut berakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama DPRD Surabaya mengajak masyarakat agar tidak terpaku pada sekolah negeri dan mulai melihat sekolah swasta sebagai alternatif yang memiliki kualitas pendidikan yang tidak kalah baik.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan seluruh tahapan SPMB jenjang SD dan SMP telah selesai, termasuk jalur domisili sebagai tahapan terakhir. Meski demikian, Dispendik tetap membuka posko layanan pasca-SPMB untuk membantu orang tua yang anaknya belum diterima di sekolah negeri.

 

Melalui posko tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai sekolah swasta yang tersedia sesuai domisili, lengkap dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga.

"Proses SPMB tidak berhenti setelah seleksi sekolah negeri selesai. Kami memastikan masih ada keberlanjutan layanan agar seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan melalui sekolah swasta. Yang paling penting adalah tidak ada anak yang berhenti sekolah hanya karena belum diterima di sekolah negeri," ujar Febrina, Jumat (10/7/2026).

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mengimbau para orang tua agar tidak berkecil hati apabila putra-putrinya belum berhasil masuk sekolah negeri. sekolah swasta di Surabaya juga memiliki kualitas pendidikan yang baik dan layak menjadi pilihan.

Ajeng menilai, stigma bahwa sekolah negeri selalu lebih unggul perlu mulai diubah. Sebab, banyak sekolah swasta yang telah membuktikan prestasi akademik maupun nonakademik serta mampu mencetak lulusan yang berdaya saing.

"Jangan sampai anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena mengejar sekolah negeri. Sekolah swasta juga memiliki kualitas yang baik, bahkan banyak yang mampu melahirkan lulusan berprestasi. Yang terpenting adalah anak tetap mendapatkan pendidikan," tutur Ajeng pada Warta Artik.id

 

Srikandi Politisi Gerindra Surabaya itu juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan berbagai program bantuan pendidikan yang telah disiapkan Pemkot Surabaya. Tahun ini, bantuan pendidikan bagi siswa sekolah swasta telah meningkat menjadi Rp350 ribu per bulan, sehingga diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan keluarga.

 

Selain itu, Pemkot juga memberikan bantuan seragam sekolah bagi siswa jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA), sebagai bentuk dukungan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan pendidikan.

"Pemkot Surabaya telah menunjukkan komitmennya dengan meningkatkan bantuan pendidikan menjadi Rp350 ribu per bulan. Ada pula bantuan seragam untuk siswa SMA, SMK, dan MA. Ini harus dimanfaatkan masyarakat agar tidak ada alasan anak putus sekolah karena persoalan biaya," tegasnya.

 

Di sisi lain, Ajeng meminta Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat kapasitas sekolah negeri agar persoalan keterbatasan daya tampung dapat teratasi pada tahun-tahun mendatang. Salah satunya dengan menambah rombongan belajar (rombel) dan mengoperasikan dua SMP negeri baru yang saat ini telah selesai dibangun.

"Harapannya pada tahun 2027 nanti dua SMP negeri yang sudah dibangun bisa mulai beroperasi lengkap dengan tenaga pendidiknya sehingga dapat membantu mengurangi persoalan daya tampung," tuturnya.

 

Melalui Program Popda, sekolah swasta diwajibkan menyediakan kuota khusus bagi peserta didik dari keluarga miskin (Gakin), sehingga akses pendidikan dapat dinikmati secara lebih merata.

"Melalui Popda, kami memastikan akses pendidikan tidak hanya tersedia di sekolah negeri, tetapi juga di sekolah swasta. Setiap sekolah swasta wajib menyediakan sekitar 5 persen kuota bagi siswa dari keluarga Gakin dan kuota tersebut tidak boleh dialihkan kepada peserta didik non-Gakin," tegasnya.

 

Ajeng berharap seluruh orang tua Harus tetap mengutamakan keberlangsungan pendidikan anak dibanding hanya berfokus pada status sekolah negeri atau swasta, menurutnya,akses pendidikan yang merata merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan generasi Surabaya yang berkualitas.(rda)

Editor :