SURABAYA – Perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Surabaya ke 733 tahun ini menghadirkan kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan dan literasi. Penambahan empat unit mobil listrik perpustakaan keliling menjadi hadiah istimewa yang dinilai mampu memperluas akses membaca bagi masyarakat serta menumbuhkan budaya literasi di Kota Pahlawan.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati. Menurutnya, hadirnya tambahan armada perpustakaan keliling bukan hanya fasilitas baru, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam mencerdaskan generasi muda Surabaya.
Ajeng menilai, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, budaya membaca tetap harus diperkuat. Karena itu, keberadaan mobil perpustakaan keliling menjadi solusi strategis untuk menjangkau anak-anak dan pelajar hingga ke lingkungan perkampungan, rumah susun, taman kota, hingga wilayah padat penduduk yang belum memiliki akses perpustakaan memadai.
“Penambahan empat mobil listrik perpustakaan ini menjadi kado yang sangat berarti di momen HJK Surabaya. Ini bukan hanya tentang kendaraan operasional, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir membawa ilmu pengetahuan lebih dekat kepada masyarakat,” tuturnya pada Warta Artik.id Selasa (19/05).
Ia menjelaskan, perpustakaan keliling memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak usia dini. Dengan konsep jemput bola, anak-anak tidak perlu datang jauh ke perpustakaan karena fasilitas bacaan hadir langsung di lingkungan mereka.
Langkah tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi sosial yang positif di tengah tantangan penggunaan gadget dan media sosial yang semakin tinggi di kalangan anak-anak. Kehadiran mobil perpustakaan diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di masyarakat.
“Anak-anak harus dibiasakan mencintai buku sejak dini. Karena dari membaca, lahir generasi yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya pikir yang kuat untuk masa depan Surabaya,”ungkapnya.
Selain meningkatkan minat baca, Ajeng juga berharap mobil perpustakaan keliling dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi terpadu dengan menghadirkan berbagai kegiatan positif seperti dongeng anak, pelatihan kreatif, literasi digital, hingga edukasi karakter bagi pelajar.
Srikandi Politisi Muda Gerindra Surabaya itu menambahkan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui infrastruktur fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan investasi di bidang pendidikan dan literasi.
"Kota besar seperti Surabaya harus mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas dan karakter yang kuat,"tegasnya.
Ajeng pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, orang tua, komunitas literasi hingga pemerintah kota untuk bersama-sama menjaga semangat membaca di tengah kehidupan modern saat ini.
“Budaya literasi harus menjadi gerakan bersama. Ketika anak-anak gemar membaca, maka kualitas pendidikan dan masa depan kota ini juga akan semakin baik,” pungkasnya.
Dengan penambahan empat mobil perpustakaan keliling tersebut, peringatan HJK Surabaya tahun ini dinilai tidak hanya menjadi agenda perayaan tahunan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, penguatan budaya literasi, dan pembangunan generasi masa depan Kota Pahlawan. (rda)
Editor : rudi