Dewi Perssik Pilih Sembelih Sapi di Rumah untuk Hindari Kesalahpahaman Bak Tahun Lalu

JAKARTA | ARTIK.ID - Pedangdut papan atas Dewi Perssik selalu rutin berkurban setiap Iduladha. pada perayaan tahun ini. Dewi, yang berasal dari Jember, Jawa Timur, kembali memilih untuk berkurban sapi.

Depe, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kali ini dia memilih menyembelih hewan kurban di halaman rumahnya sendiri. Keputusan ini diambil untuk menghindari insiden tahun lalu yang sempat menyebabkan kesalahpahaman dengan warga sekitar.

Baca Juga: Luna Maya, dari Bali Menuju Puncak Karier Dunia Hiburan di Jakarta dengan Penuh Kontroversi

"Tahun lalu ada masalah. Sekarang aku tidak mau merepotkan, jadi aku sembelih sapi kurban di rumah saja. Bagaimana caranya supaya sapi bisa masuk ke halaman rumahku," kata Dewi Perssik dikutip dari berita satu, Senin (17/6/2024).

Selain itu, Dewi juga ingin menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurbannya. Meskipun merasa sedih melihat hewan kurban disembelih, dia tetap melakukannya dengan niat ibadah, berharap bisa menjadi amal yang membawanya ke surga.

Baca Juga:

"Aku ingin melihat proses pemotongannya langsung. Sedih memang melihat hewan kurban disembelih, tapi mereka nantinya akan ke surga," tegasnya.

Untuk penyembelihan di rumahnya, Dewi mengundang tukang jagal profesional yang dibantu oleh tetangga dan warga sekitar.

"Aku panggil tukang jagal ke sini, panitia yang memotong dan membagikan dagingnya adalah tetangga-tetangga di sini. Pak RT juga membantu pendistribusiannya agar sampai ke yang membutuhkan," jelasnya.

Dewi mengaku sudah melupakan insiden tahun lalu ketika terjadi kesalahpahaman dengan ketua RT setempat. Meskipun sempat berseteru, dia kini memilih untuk berdamai dan melupakan kejadian tersebut.

"Saya sudah melupakan dan sekarang baik-baik saja dengan warga di sini. Itu hanya kesalahpahaman dan sudah diselesaikan secara damai, jadi jangan diingat-ingat lagi," terangnya.

Pada tahun lalu, Dewi sempat berseteru dengan ketua RT di lingkungannya karena masalah hewan kurban. Awalnya, Dewi menitipkan hewan kurban dan meminta data warga yang membutuhkan daging kurban. Namun, dia kemudian mengambil kembali hewan tersebut tanpa sepengetahuan ketua RT, menyebabkan protes. Dewi berdalih bahwa dia ingin memotong hewan kurbannya di tempat lain dengan bantuan relawan untuk menghindari merepotkan warga setempat. (red)

Editor : Jabrik