artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Azhar Kahfi Sentil Pemkot Surabaya Abaikan Hearing DPRD Jatim Soal Normalisasi Kalianak 

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Politisi Muda Gerindra Surabaya Azhar Kahfi (doc.rudy)
Politisi Muda Gerindra Surabaya Azhar Kahfi (doc.rudy)

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, melayangkan teguran keras kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait langkah penandaan rumah warga dalam rencana normalisasi Sungai Kalianak tahap II. Teguran itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi A DPRD Kota Surabaya, Senin (2/3/2026).

 

Legislator Muda Partai Gerindra Surabaya yang Akrab disapa Mas Kahfi itu menilai, langkah Pemkot Surabaya terkesan tergesa-gesa dan mengabaikan hasil hearing warga dengan Komisi D DPRD Jawa Timur. 

Dalam pertemuan di tingkat provinsi itu,telah disampaikan imbauan agar tidak ada kegiatan lanjutan terkait normalisasi Sungai Kalianak tahap II sebelum ada pembahasan lebih lanjut.

“Kami menilai Pemkot seolah gegabah. Padahal dalam hearing di DPRD Jatim sudah jelas ada imbauan untuk menahan dulu langkah lanjutan sambil dirembuk bersama,” tegas Kahfi.

 

Ia juga mempertanyakan ketidakhadiran perwakilan Pemkot Surabaya, khususnya dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, saat hearing di DPRD Jawa Timur. Namun dalam RDP di DPRD Surabaya, pihak dinas justru hadir sehingga informasi yang diterima publik menjadi simpang siur.

“Kemarin saat hearing di DPRD Jatim tidak hadir, sekarang di DPRD Surabaya hadir. Akibatnya informasi yang berkembang di masyarakat menjadi tidak jelas,” ungkapnya.

 

Mas Kahfi mengaku memahami kegelisahan warga setelah adanya penandaan di sejumlah titik permukiman. langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran karena belum ada kejelasan terkait tindak lanjut maupun solusi bagi masyarakat terdampak.

“Saya membayangkan posisi warga. Kalau rumah sudah ditandai, tentu mereka bertanya-tanya kejelasannya seperti apa. Jangan sampai penandaan dilakukan dulu, tapi kepastian bagi warga belum ada,” tuturnya.

 

Dirinya menghormati bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, termasuk dari tingkat provinsi. Namun ia menilai pendekatan yang lebih bijaksana adalah menahan sementara langkah teknis di lapangan dan mengedepankan dialog dengan masyarakat.

“Kami memegang pesan moral dari DPRD Provinsi untuk menahan dulu dan merembuk bersama. Ini penting agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan kegelisahan baru di tengah masyarakat,” pungkas Kahfi. (rda)

Editor :