SURABAYA – Musibah kecelakaan kerja yang menimpa dua pekerja gondola di Tower B Ascott Waterplace apartemen kawasan Surabaya Barat menyita perhatian banyak pihak. Insiden yang terjadi di tengah hujan deras disertai terpaan angin kencang itu berujung duka setelah satu pekerja dilaporkan meninggal dunia, Diketahui Korban Bernama Edy Suparno 51 tahun, Warga Tambak Wedi Baru Yang Juga Ketua RT Setempat.
Menanggapi peristiwa tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Malik, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia mengaku sangat prihatin atas kejadian tragis yang menimpa para pekerja yang sedang menjalankan tugas di area ketinggian tersebut.
Mas Malik, sapaan akrabnya, menilai insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar tidak mengabaikan faktor keselamatan kerja, terlebih ketika pekerjaan dilakukan dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Semua pihak yang terlibat harus memastikan standar keamanan benar-benar diterapkan,” tuturnya kepada Warta Artik.id,Selasa (03/03).
Hujan deras yang disertai angin kencang seharusnya menjadi pertimbangan serius sebelum pekerjaan di ketinggian tetap dilanjutkan. Aktivitas menggunakan gondola dalam kondisi cuaca ekstrem, memiliki risiko yang sangat besar bagi keselamatan pekerja.
“Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai pekerjaan tetap dipaksakan saat kondisi cuaca tidak memungkinkan, karena risikonya sangat fatal,” ungkapnya.
Lebih jauh, Mas Malik juga menekankan pentingnya kebijakan perusahaan dan pengelola proyek dalam menerapkan standar keselamatan kerja secara tegas.
"Perusahaan harus memiliki aturan yang jelas terkait penghentian sementara aktivitas kerja di ketinggian ketika kondisi cuaca membahayakan,"bebernya.
Ia menilai kebijakan perusahaan terkait keselamatan kerja tidak boleh hanya sebatas prosedur administratif, tetapi harus benar-benar diterapkan secara disiplin di lapangan demi melindungi para pekerja.
“Perusahaan harus berani mengambil keputusan menghentikan pekerjaan jika kondisi tidak aman. Kebijakan keselamatan kerja harus tegas dan dijalankan dengan pengawasan yang ketat,” tegasnya.
Mas Malik juga menambahkan bahwa pihak pengelola proyek maupun perusahaan yang bertanggung jawab wajib memastikan seluruh prosedur keselamatan kerja diterapkan secara maksimal, termasuk ketersediaan perlengkapan keselamatan dan pengawasan terhadap kondisi cuaca sebelum pekerjaan dilakukan.
“Perlindungan terhadap pekerja harus ditempatkan di atas segala kepentingan, karena keselamatan dan nyawa manusia tidak boleh dipertaruhkan dalam aktivitas pekerjaan apa pun,” bebernya.
Politisi Muda PDI Perjuangan Surabaya itu berharap Musibah ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi pihak-pihak terkait agar standar keamanan kerja diperketat dan pengawasan di lapangan diperkuat.
“Jangan sampai ada lagi pekerja yang kehilangan nyawa karena kelalaian dalam memperhatikan aspek keselamatan,” pungkas mas malik. (rda)
Editor : rudi