SURABAYA - Pimpinan DPRD Surabaya melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor PCNU Surabaya di Jalan Bubutan Gang IV/2, Selasa (19/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum penyampaian aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, keamanan lingkungan hingga usulan penghormatan kepada tokoh pendiri Nahdlatul Ulama melalui penamaan jalan di Surabaya.
Rombongan DPRD Surabaya dipimpin Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri bersama Wakil Ketua DPRD Bahtiyar Rifai dan Laila Mufidah. Kedatangan mereka disambut langsung Ketua PCNU Surabaya, KH. Masduki Toha beserta jajaran pengurus.
Baca juga: DPRD Surabaya Evaluasi OPD dengan SILPA APBD 2025 Tinggi, Syaifuddin Zuhri Soroti Kinerja Program
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh dialog. Tidak sekadar agenda seremonial, silaturahmi tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara legislatif dan warga Nahdliyin untuk menyerap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri menegaskan pentingnya menjaga komunikasi antara DPRD dan masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab untuk menampung dan memperjuangkan setiap aspirasi warga kepada pemerintah kota.
“Kami ini bagian dari keluarga besar NU. Kalau ada yang kurang, kami mohon diingatkan. DPRD adalah jembatan penyambung lidah rakyat,” ujar Syaifuddin.
Dalam dialog tersebut, muncul usulan agar Pemerintah Kota Surabaya memberikan nama jalan menggunakan nama salah satu pendiri NU sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa ulama dalam menjaga nilai kebangsaan dan membangun bangsa.
Menanggapi usulan itu, Syaifuddin memastikan DPRD Surabaya akan mengawal aspirasi tersebut agar dapat dibahas bersama Pemerintah Kota Surabaya sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menyebut setiap usulan masyarakat tetap harus melalui proses kajian dan pembahasan bersama pihak eksekutif sebelum diputuskan menjadi kebijakan resmi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Catat SiLPA Rp516 Miliar pada APBD 2025, PAD 2026 Masih On Track
“Usulan itu kami catat. Nanti akan kami bahas bersama pemkot sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Surabaya KH. Masduki Toha menilai sinergi antara ulama, legislatif dan pemerintah daerah sangat penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi warga.
Ia mengatakan PCNU Surabaya selama ini aktif turun langsung ke masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan yang melibatkan ratusan kader serta pengurus.
Baca juga: DPRD Surabaya Tuntaskan Polemik Balai RW Tambaksari, Status Lahan Dipastikan Jelas
“Kami berharap ada kolaborasi nyata antara legislatif, eksekutif dan masyarakat demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Pertemuan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa hubungan antara DPRD Surabaya dan organisasi keagamaan tidak hanya dibangun dalam momentum politik, tetapi juga melalui komunikasi sosial yang berkelanjutan.
Melalui dialog semacam ini, sinergi antara pemerintah, legislatif dan organisasi masyarakat diharapkan semakin kuat demi mewujudkan pembangunan Kota Surabaya yang lebih inklusif dan berpihak kepada warga.
Editor : Amar