Serangan Teroris di Balai Kota Crocus Moskow, Rusia, Mengakibatkan 40 Orang Tewas

Istimewa
Istimewa

JAKARTA | ARTIK.ID - Terjadi kebakaran akibat serangan teroris terhadap warga sipil di komplek gedung Balai Kota "Crocus" di wilayah Moskow. Rusia, Jumat (22/3) malam.

Sekelompok teroris melepaskan tembakan dan menyerang warga sipil tanpa pandang bulu di dalam balai kota. Para militan tersebut diduga membawa bom IED atau Molotov yang menyebabkan kebakaran hebat di bagian atap gedung.

Baca Juga: Menlu Rusia Hadiri Majelis Umum PBB di New York, Bahas Krisis Timur Tengah dan Ukraina

Dilansir dari Ria Novosti, sebanyak 70 tim medis dan ambulans dikerahkan untuk merawat korban-korban yang terluka. Polisi telah mengevakuasi warga sipil yang selamat dan berhasil keluar dari gedung.

Pasukan khusus Spetsnaz FSB dan Rosgvardia diterjunkan untuk melakukan kontak senjata dengan para teroris yang membuat barikade di dalam gedung. Pemadam kebakaran dan beberapa helikopter, termasuk Mi-26 Halo, dikerahkan untuk memadamkan kobaran api di atap gedung.

"Presiden Putin telah diinformasikan mengenai tragedi tersebut dan telah memberikan arahan kepada dinas-dinas terkait," ujar jubir Kremlin, Dimitry Peskov.

Baca Juga: Serangan Balasan Ukraina di Kupyansk Berhasil Dihalau, Dua Tentara Diringkus

Negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia telah memberikan belasungkawa kepada Federasi Rusia dan para korban yang terkena dampak dari serangan teroris.

Badan Keamanan Rusia, FSB, telah memberikan data awal korban insiden tersebut, sebanyak 40 warga sipil tewas dan 100 lebih mengalami luka-luka.

Insiden tersebut terjadi bertepatan saat akan diselenggarakannya konser dari band lokal "Picnic" di salah satu aula. Dua anak kecil dilaporkan menjadi bagian dari korban tragedi tersebut.

Baca Juga: Putin Tiba di Abu Dhabi, Bertemu Empat Mata dengan Sheikh Mohamed bin Zayed

Stasiun Metro dan Bandara di kota Moskow telah memperketat keamanan. Beberapa acara umum dan rekreasi telah dibatalkan untuk keamanan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

(red)

Editor : Jabrik