SURABAYA – Memasuki masa sidang ke II tahun ke II 2026, Agus Mashuri, anggota Komisi D DPRD Surabaya, turun langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Pakal, Kamis (12/2/2026).
Momentum ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mendengar persoalan riil yang mereka hadapi sehari-hari.
Reses berlangsung di Balai RW 13 RT 5 Griya Benowo Indah, Kelurahan Babat Jerawat. Meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, warga tetap berdatangan. Sebagian membawa payung, sebagian lagi berteduh di teras balai, namun semangat untuk menyampaikan keluhan tak surut sedikit pun.
Beragam persoalan mengemuka dalam dialog terbuka itu. Mulai dari banjir yang kerap menggenangi permukiman saat musim hujan, hingga persoalan pendidikan yang dinilai makin membebani keluarga kecil.
Salah satu kisah yang paling menyita perhatian datang dari Riyadi, seorang pengemudi ojek online. Dengan suara bergetar, ia menceritakan kondisi anaknya yang selama tujuh semester mendapat bantuan pendidikan. Namun memasuki semester delapan, akibat perubahan aturan, bantuan tersebut terancam dihentikan.
Situasi itu memaksanya mengambil pinjaman bank demi membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sang anak agar tetap bisa menyelesaikan studi.
“Saya tidak mau anak saya berhenti kuliah. Mau tidak mau pinjam ke bank,” ujarnya lirih.
Mendengar hal tersebut, Agus Mashuri menegaskan bahwa persoalan pendidikan dan kesejahteraan warga harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, bantuan pendidikan semestinya tidak terputus di tengah jalan, apalagi bagi keluarga prasejahtera.
Legislator Muda PPP Surabaya itu berkomitmen menindaklanjuti seluruh aspirasi yang masuk, baik terkait penanganan banjir maupun keberlanjutan bantuan pendidikan, agar solusi nyata bisa segera dirasakan masyarakat.
Bagi warga Pakal, reses kali ini bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang harapan tempat suara kecil mereka didengar dan diperjuangkan. (rda)
Editor : rudi