BBNI Mengumumkan Melakukan Stock Split dengan Rasio Satu Banding Dua

avatar Artik News

SURABAYA | ARTIK.ID - BBNI baru saja mengumumkan bahwa mereka akan melakukan stock split dengan rasio 1:2, yang berarti setiap pemegang saham akan mendapatkan dua lembar saham baru untuk setiap lembar saham lama yang dimiliki.

Stock split adalah salah satu cara untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar, dengan menurunkan harga per lembar saham. Dengan harga yang lebih terjangkau, diharapkan saham BBNI akan menarik minat investor ritel, yang biasanya memiliki modal lebih terbatas.

Baca Juga: SGER Berhasil Amankan 59 Persen Target Penjualan Batu Bara Tahun Ini

Selain itu, stock split juga dapat meningkatkan volume perdagangan saham, yang dapat mempengaruhi kinerja harga saham di masa depan.

BBNI telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melaksanakan stock split ini. Rencananya, stock split akan efektif pada 15 Agustus 2023.

Setelah stock split, modal ditempatkan dan disetor BBNI akan naik menjadi 37,29 miliar lembar saham, dari sebelumnya 18,64 miliar lembar saham. Sementara itu, jumlah saham dalam portepel (Seri C) perseroan juga akan naik menjadi 31,71 miliar lembar saham, dari sebelumnya 15,85 miliar lembar saham.

Saham BBNI merupakan salah satu saham blue chip di sektor perbankan Indonesia. Per 30 Juni 2023, BBNI memiliki aset sebesar Rp1.023 triliun, laba bersih sebesar Rp 9,8 triliun, dan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,1%.

Baca Juga: Persija Jakarta Menang 3-1 Lawan PSS Seleman pada Lanjutan BRI Liga 1 2023-2024

Pemerintah Indonesia masih menjadi pemegang saham mayoritas BBNI dengan kepemilikan sebesar 60%. Selain itu, BBNI juga memiliki investor asing sebesar 26,1%, investor domestik sebesar 9,1%, dan investor ritel sebesar 4,8%.

Pada perdagangan hari ini, harga saham BBNI dibuka pada level Rp9.125 per lembar. Sampai dengan pukul 9.35 WIB, harga saham perseroan menguat 1,37% atau 125 poin ke level Rp9.225 per lembar. Dengan stock split yang akan dilakukan, harga saham BBNI akan turun menjadi setengahnya, yaitu sekitar Rp4.600 per lembar.

Namun, hal ini tidak berarti nilai investasi Anda akan berkurang, karena jumlah saham Anda juga akan bertambah dua kali lipat.

Baca Juga: Jangan Berikan Kode OTP dan Lainnya Agar Tidak Terkena Soceng

Stock split sendiri merupakan salah satu peluang bagi investor untuk membeli saham dengan harga yang lebih murah dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham di masa depan.

(diy)

Editor : Fudai