SURABAYA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mencatat Indeks Kecukupan Pangan (IKP) pada Mei 2026 mencapai 3,55. Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2026 dan menunjukkan kondisi ketahanan pangan Kota Pahlawan berada pada level aman.
Dengan data tersebut, Pemkot Surabaya memastikan stok pangan selama libur panjang Iduladha dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.
Ketersediaan bahan pokok dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama momentum Iduladha, cuti bersama, hingga rangkaian libur nasional lainnya.
Kepala Bidang Pangan DKPP Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan selama masa libur panjang.
“Indeks kecukupan pangan Surabaya saat ini mencapai 3,55. Artinya, stok pangan lebih dari cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang Iduladha,” ujar Khusnul Amin.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan fenomena panic buying di tengah masyarakat. Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar lebih banyak dilakukan pedagang maupun pelaku usaha untuk kebutuhan distribusi dan penjualan kembali.
“Kalau masyarakat umum sejauh ini belanja secukupnya, belum ada fenomena memborong bahan pokok secara berlebihan,” jelasnya.
DKPP Surabaya juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan membeli kebutuhan pangan sesuai kebutuhan rumah tangga. Pembelian berlebihan dinilai berpotensi memicu pemborosan hingga sampah makanan akibat bahan pangan rusak sebelum dikonsumsi.
“Masyarakat diimbau membeli kebutuhan pangan secukupnya sesuai kebutuhan rumah tangga. Pembelian dalam jumlah berlebihan justru berisiko menimbulkan sampah makanan karena bahan pangan tidak terpakai atau rusak sebelum dikonsumsi,” tuturnya.
Selain menjaga ketersediaan stok, Pemkot Surabaya terus melakukan pengawasan distribusi pangan di tengah dinamika ekonomi global. Krisis di Timur Tengah dan penguatan nilai tukar dolar AS menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas impor.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar dan harga bahan pokok terkendali selama periode Hari Raya Iduladha.
“Masyarakat tidak perlu panik. Stok pangan aman dan pemerintah terus melakukan pemantauan agar kebutuhan pokok tetap terkendali,” tandasnya.
Di sisi lain, sejumlah harga komoditas pangan di Surabaya juga terpantau mengalami penurunan. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya pada minggu pertama hingga ketiga Mei 2026, beberapa komoditas diperkirakan menjadi penyumbang deflasi.
Komoditas tersebut antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, tomat, semangka, jeruk, anggur, kangkung, hingga ikan mujair.
Sementara itu, cabai rawit tercatat menjadi komoditas dengan penurunan harga paling signifikan dibandingkan April 2026. Kondisi tersebut turut membantu menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha. (red)
Editor : Fudai