SURABAYA - Anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, menggelar Reses Sidang Ke-2 Masa Persidangan Ke-3 Tahun 2026 di kawasan pesisir Bulak, Surabaya. Kegiatan tersebut difokuskan untuk menyerap aspirasi nelayan dan masyarakat pesisir guna mendorong pengembangan kawasan maritim Bulak yang berkelanjutan.
Reses yang berlangsung di wilayah Kejawan Lor, Kelurahan Kenjeran itu dihadiri sekitar 200 nelayan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji.
Dalam forum tersebut, para nelayan menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Salah satu aspirasi yang mencuat ialah pembaruan galangan perahu agar aktivitas melaut menjadi lebih aman dan produktif.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya penataan kawasan ekonomi pesisir supaya aktivitas perdagangan dan usaha warga dapat berkembang lebih tertib dan berkelanjutan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Abdul Ghoni menegaskan bahwa pembangunan kawasan pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, pengembangan wilayah maritim harus memperhatikan kebutuhan masyarakat nelayan secara menyeluruh.
“Reses ini menjadi ruang untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar setiap aspirasi yang disampaikan bisa diperjuangkan menjadi program yang berdampak nyata bagi nelayan dan warga pesisir,” ujar Abdul Ghoni.
Politisi yang merupakan putra asli Kecamatan Bulak itu juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan identitas kawasan pesisir berbasis potensi lokal masyarakat.
Ia menilai Bulak memiliki kekuatan besar dari sisi budaya maritim, ekonomi masyarakat pesisir, hingga potensi wisata berbasis kampung nelayan.
“Ke depan, saya ingin kawasan Bulak berkembang menjadi kampung nelayan yang tertata, produktif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Selain membahas pembangunan kawasan pesisir, Abdul Ghoni juga mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan mangrove. Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat penting bagi keberlangsungan ekosistem laut dan kehidupan nelayan.
Mangrove diketahui menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, udang, kerang, hingga burung pantai. Kawasan tersebut juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak dan pembesaran biota laut atau nursery ground.
“Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan,” imbuhnya.
Sementara itu, Cak Ji menilai kawasan pesisir Surabaya memiliki peluang besar untuk terus berkembang apabila didukung sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kawasan pesisir tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan nelayan.
“Pembangunan kawasan pesisir bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan kesejahteraan nelayan semakin meningkat,” kata Cak Ji.
Melalui kegiatan reses tersebut, berbagai aspirasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan kawasan Bulak agar semakin maju, tertata, dan berkelanjutan sebagai kawasan maritim unggulan di Surabaya.
Editor : Fudai