DENPASAR - PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bal meningkatkan sinergi dengan PLTS Bali Timur untuk memperkuat koordinasi operasional dalam mendukung transisi energi bersih. Sinergi ini bertujuan menyelaraskan komunikasi antara unit pengatur beban dan unit pengelola pembangkit dalam menjaga keandalan pasokan listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Dihadiri 15 personel dari kedua belah pihak, PLN UP2B Bali menyampaikan panduan operasional terkait alur komunikasi dan pengukuran indeks kinerja pembangkit dalam pengoperasian sistem ketenagalistrikan, PLN memastikan efektivitas koordinasi dan respons sistem yang cepat dalam situasi beban dinamis. Infrastruktur PLTS berkapasitas 25 MWp ini juga ditinjau langsung, mulai dari panel surya, hingga sistem monitoring dan pengamanan operasional.
"Integrasi EBT tidak bisa berjalan optimal tanpa keselarasan antara pengatur sistem dan pembangkit. Sinergi ini menunjukkan bahwa PLN, dari pusat hingga unit pelaksana, siap bertransformasi untuk mendukung sistem kelistrikan yang andal, adaptif, dan rendah emisi,” ungkap Munawwar Furqan, General Manager PLN Unit Induk Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B JAMALI).
Manager PLN UP2B Bali, Komang Teddy Indra Kusuma, menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan transisi energi. Kegiatan ini tidak hanya soal teknis prosedural, tetapi juga bentuk nyata kolaborasi untuk masa depan energi Bali.
Baca Juga: Goes to Campus, PLN UP2B BALI Beri Wawasan Sistem Kelistrikan Mahasiswa Udayana
Ke depan, tantangan pengelolaan sistem kelistrikan akan semakin kompleks seiring meningkatnya penetrasi energi terbarukan. Karena itu, PLN perlu membangun kerja sama yang solid, saling memahami, dan siap merespons kondisi sistem secara real-time.
Deputy Project Manager PLTS Bali Timur, Pramadi BP, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut komunikasi yang solid sangat membantu pengelola pembangkit dalam memberikan dukungan optimal terhadap sistem kelistrikan. Prosedur ini sangat penting untuk memberikan panduan yang jelas dan sistematis kepada setiap orang yang terlibat agar pekerjaan dilakukan secara konsisten, efisien dan minim kesalahan.
Baca Juga: PLN Tunjukkan Keandalan Listrik Tanpa Kedip di High Level Forum dan IAF 2024
Operator pembangkit bisa lebih responsif terhadap dinamika sistem kelistrikan. Komunikasi yang jelas dan standar yang disepakati bersama akan membantu menjalankan operasi yang lebih optimal, aman, dan sinkron dengan kebutuhan sistem.
Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Bali sebagai destinasi wisata utama serta mendukung posisi Bali sebagai etalase nasional dalam transisi energi bersih. Melalui langkah strategis ini, PLN mendukung tujuan pemerintah dalam pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Editor : Fudai