Lembaga UKW Fikom Unitomo dan Japelidi Gelar Worksjop Literasi Digital Surabaya 2024

Dimas Prakoso (kaos hitam) dan Nur'annafi Farni SM (akademisi Unitomo) saat menyampaikan materi didampingi dua pembicara lainnya. (Foto: Amar)
Dimas Prakoso (kaos hitam) dan Nur'annafi Farni SM (akademisi Unitomo) saat menyampaikan materi didampingi dua pembicara lainnya. (Foto: Amar)

SURABAYA | ARTIK.ID - Lembaga UKW Fikom Unitomo Surabaya bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) menyelenggarakan Workshop Literasi Digital Surabaya 2024 dengan tema "Melawan Hoaks dengan Kreativitas dan Kolaborasi di Media Sosial". Bertempat di ruang Uji Kompetensi Wartawan Fikom Unitomo, dihadiri puluhan Mahasiswa, Key Opinion Leader (KOL), Influencer dan Wartawan kompeten dan para akademisi.

Menurut Ni Made Ras Amanda G, pada workshop literasi ini, Japelidi melakukan di 8 kota. Tujuannya, adalah bagaimanapun juga kita melihat bahwa upaya-upaya dalam melawan misinformasi selama ini kebanyakan gerakannya hanya parsial untuk itu pihaknya melihat perlunya kolaborasi antara stakeholder, Wartawan, KOL, Influencer dan para mahasiswa.

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Penggunaan Komunikasi Digital, Fikom Universitas Ciputra Gelar Kembali KONAIKOM

"Dari kajian-kajian kami yang terpenting adalah mereka yang anak muda, mereka yang mahasiswa dan rekan-rekan media serta para influencer. Jadi kami menilai penting sekali adanya workshop ini," ujarnya, Munggu (23/6/2024).

Pihaknya berharap nantinya modul dari workshop ini guna melakukan kolaborasi  dalam meminimalisir terjadinya misinformasi, disinformasi dan malinformasi. Selain itu, Amanda berharap bisa menggali apa saja kebutuhannya untuk meningkatkan kompetensi masing-masing.

Dimas Prakoso, Pemateri Japelidi yang juga akademisi UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung menjelaskan bahwa kalau di kota-kota yang lain memang kebanyakan yang bersuara lebih kepada perbedaan antar generasi. Namun, di Surabaya kedua ini menarik, karena akhirnya kita bisa menjembatani teman-teman Wartawan inginnya seperti apa dan para influencer serta KOL ini seperti apa serta gen Z seperti apa.

"Sehingga mampu membuka ruang kolaboratif seperti apa yang bisa dibuat untuk menjamin ruang digital Indonesia menjadi lebih aman, lebih nyaman dan bisa meminimalisir efek dari misinformasi tersebut," paparnya.

Sementara iru, Dosen Fikom Unitomo, Surabaya, Nur'annafi Farni Syam Maella menegaskan bahwa sebagai anggota Japelidi dirinya yang mengurus kegiatan Japelidi di Kota Surabaya.

Baca Juga: Unitomo Surabaya Perkuat Kemitraan dengan Industri Melalui Program Praktisi Mengajar MBKM Batch 4

"Ketika ada kesempatan Saya tangkap dengan dasar kami di Unitomo sudah memiliki Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sehingga kami yakin dengan melibatkan para Wartawan yang sudah kompeten tidak diragukan lagi baik bicara etika maupun pada rambu-rambu lainnya. Maka terwujudlah kegiatan hari ini berkat kerjasama antara Jepelidi dan Lembaga UKW Unitomo Surabaya," paparnya.

Nur'annafi menyebutkan, kebetulan mahasiswanya juga banyak yang jadi KOL Jadi kita pertemukan keduanya kita punya KOL, kita punya Wartawan, kita juga punya akademisi dan beberapa anggota Japelidi juga di dalamnya merupakan para akademisi dari berbagai universitas.
"Ini pertemuan yang luar biasa semoga menghasilkan manfaat yang kuar biasa dan semoga action kedepannya juga bagus.

"Harapannya, teman- teman KOL yang rata-rata anak muda ini tentu butuh bimbingan dan masukan dalam berkarya. Sehingga kita bisa berbuat sesuai kapasitas masing-masing. Di media sosial seperti ini, di media massa seperti itu. Jadi tidak hanya menyebarkan informasi saja. Tetapi bagaimana industri-industri media berkembang dengan baik," ungkapnya.

Sebagai akademisi dirinya juga beeharap agar workshop ini menjadi wadah pembelajaran bersama. Bagi KOL ini juga sebagaitransfee informasi ya g bermanfaat. Demikian juga bagai para Wartawan dan peserta lainnya. 

Baca Juga: Menjawab Tantangan Era Digital, Dr. Harliantara: Fikom Unitomo Tawarkan Kompetensi The Real Media



 

 

Editor : Amar