Daftar Wisata Heritage Surabaya yang Sukses Direvitalisasi Pemkot dalam Setahun

Reporter : Fudai
Kawasan wisata heritage Kembang Jepun Surabaya

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat penataan sejumlah destinasi sejarah terintegrasi di wilayahnya dalam setahun terakhir. Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali aset lawas bernilai sejarah tinggi sekaligus memperkuat ekosistem wisata heritage Surabaya.

Fokus penataan terbesar diarahkan pada kawasan utara yang kini menjelma menjadi pusat magnet kunjungan pelancong. Selain mempercantik estetika kota lewat konsep konservasi, Pemkot Surabaya mengemas zona ini sebagai ruang edukasi publik yang adaptif bagi industri kreatif.

Baca juga: Cara Eri Cahyadi Percepat Penyelesaian Masalah Lewat Aturan Hotline

Transformasi Zona Utara dan Pusat Sejarah

Proyek revitalisasi kawasan sejarah ini mencakup koridor strategis seperti jalan Rajawali, Jembatan Merah, Kalimas, hingga Kembang Jepun. Titik puncaknya ditandai dengan peresmian area Kota Lama Surabaya oleh Eri Cahyadi pada 3 Juli 2024 lalu. Penataan infrastruktur pedestrian kini memicu tingginya mobilitas pelancong saat akhir pekan.

"Kota Lama bukan hanya tempat wisata, tetapi ruang untuk mengenalkan sejarah Surabaya kepada generasi muda," ujar Eri Cahyadi kala itu.
Selain pusat Kota Lama, kawasan Pecinan Kembang Jepun kini resmi bertransformasi menjadi pusat budaya Tionghoa modern atau Surabaya Chinatown. Kawasan komersial ini dilengkapi dengan fasilitas penunjang jalan kaki yang lebar serta tata lampu tematik. Area tersebut aktif menghidupkan geliat ekonomi malam hari lewat kehadiran para pelaku UMKM kuliner lokal.

Perluasan Ruang Publik dan Kampung Tua

Baca juga: Eri Cahyadi Kembali Ingatkan Sumbangan HUT ke-81 RI di RT/RW Tak Boleh Jadi Pungutan Wajib

Pemerintah kota juga mengoperasikan Taman Sejarah dan Museum Hidup Kota Lama Surabaya di sekitar wilayah Jayengrono sebagai ruang interaksi keluarga. Fasilitas ini menyuguhkan instalasi edukatif serta panggung terbuka penunjang pertunjukan seni luar ruangan.

Infrastruktur penunjang di sepanjang koridor ikonik Jembatan Merah hingga Rajawali pun diperbarui secara bertahap. Penataan utilitas kabel bawah tanah, perbaikan trotoar, dan pemasangan ornamen pelengkap bernuansa kolonial membuat jalur ini nyaman diakses pejalan kaki.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya mulai memperluas jangkauan program dengan menyentuh kawasan permukiman kuno seperti Kampung Heritage Lawang Seketeng. Aksesibilitas di dalam kampung tua tersebut terus ditingkatkan agar dapat terintegrasi langsung dengan rute utama wisata heritage Surabaya secara berkelanjutan.

Baca juga: Eri Cahyadi Gencar Sidak Pelayanan Publik, DPRD Surabaya Minta OPD Lebih Responsif

Pemberian stimulus infrastruktur pada objek bersejarah ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar secara masif. Optimalisasi tata ruang pariwisata ini sekaligus mengubah kawasan yang semula redup menjadi destinasi unggulan baru di Jawa Timur. (diy)

 

 

Editor : Fudai

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru