SURABAYA — Kasus pengeroyokan yang menewaskan Thomas Julius Kristianto, siswa SMAN 11 Surabaya, memantik perhatian serius dari kalangan legislatif. Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, memberikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang bergerak cepat mengungkap dan menangkap para tersangka dalam kasus tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap tuntas kasus ini dengan cepat. Tragedi memilukan ini tentu menjadi preseden buruk bagi wajah pendidikan dan pergaulan remaja di Kota Pahlawan,” tegas Yona, Senin (8/6/2026).
Baca juga: SPMB Surabaya Resmi Dimulai Besok, DPRD Warning Gangguan Sistem dan Aturan Domisili
Politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu menilai para tersangka merupakan teman sebaya korban dan sebagian besar telah cukup umur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas tanpa toleransi.
“Mereka ini rata-rata sudah bukan di bawah umur. Karena pelaku adalah teman sebayanya, maka proses hukum harus tetap berjalan dan mereka harus dihukum secara tegas. Tidak boleh ada keringanan hukuman agar bisa menjadi efek jera,” ujarnya.
Baca juga: Bangun Kepercayaan Publik Lewat Respons Cepat, Ini Pesan Anas Karno untuk Aparatur
Selain mendorong penegakan hukum yang tegas, Cak Yebe juga meminta adanya langkah pencegahan agar kasus kekerasan antarpelajar tidak kembali terjadi di Kota Surabaya. Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya melalui Bakesbanglinmas dan Satpol PP untuk mengintensifkan program edukasi hukum di lingkungan sekolah.
“Bakesbanglinmas dan Satpol PP Surabaya punya program yang sangat bagus yakni Satpol PP Goes to School yang harus segera diintensifkan. Melalui program tersebut, kita harus memperkuat edukasi masalah hukum dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah di Surabaya,” paparnya.
Baca juga: Satpol PP Surabaya Evaluasi Gion Spa Usai Terungkap Kasus Perdagangan Orang
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Unitomo Surabaya itu menilai pemahaman remaja terkait penyelesaian konflik dan konsekuensi hukum masih minim. Karena itu, sosialisasi hukum dinilai penting agar para pelajar memahami dampak besar dari tindakan kekerasan.
“Anak-anak kita perlu ditanamkan kesadaran penuh bahwa perilaku kriminal sekecil apa pun bisa menghilangkan masa depan mereka secara permanen. Tindakan emosional sesaat tidak hanya merenggut nyawa orang lain, tapi juga akan menghancurkan cita-cita dan harapan hidup mereka sendiri,” pungkasnya. (rda)
Editor : rudi