artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Tokoh Muda Tanah Abang Nilai Kinerja Wali Kota Jakarta Pusat Terbukti Lewat Program Nyata

avatar Mohammad
  • URL berhasil dicopy

Jakarta – Dukungan terhadap kinerja Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menguat di tengah berbagai kritik yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh muda Tanah Abang menilai penilaian terhadap seorang kepala daerah seharusnya didasarkan pada capaian kerja dan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar opini yang berkembang di ruang digital.

Tokoh muda Tanah Abang yang juga pengacara, H. Okis Bangkit, SH, mengatakan kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, menurutnya, kritik akan lebih bermakna jika disampaikan secara objektif, proporsional, dan didukung fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menilai Arifin merupakan sosok yang terbuka terhadap masukan, termasuk kritik yang bersifat membangun. Menurut Okis, anggapan bahwa Wali Kota hanya mengandalkan pencitraan di media sosial tidak sesuai dengan kenyataan karena Arifin dinilai aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau berbagai persoalan masyarakat.

Salah satu contoh yang disorot adalah agenda rutin setiap Selasa malam, saat Arifin menggelar dialog tatap muka dengan warga Jakarta Pusat untuk mendengar keluhan sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan. Bahkan, Arifin disebut membagikan nomor telepon pribadinya agar masyarakat dapat menyampaikan pengaduan secara langsung.

Okis juga menyoroti sejumlah program yang telah direalisasikan Pemerintah Kota Jakarta Pusat, seperti pengaspalan Jalan Pasar Baru Barat dan Jalan Karet Bivak pada Desember 2025, program bedah rumah di Jalan Sukabumi pada Juli 2025, hingga bantuan bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Bungur pada Januari 2026.

Di bidang penataan kawasan, revitalisasi Kebon Kacang yang dilakukan pada Mei 2026 serta penataan kawasan Jati Petamburan disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Sementara di sektor pendidikan, Arifin juga dinilai menunjukkan kepeduliannya dengan mendatangi rumah dua anak yang terancam putus sekolah untuk memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan.

Selain itu, Arifin disebut rutin bersepeda setiap Rabu pagi menyusuri sejumlah wilayah Jakarta Pusat guna memantau kebersihan, kondisi fasilitas umum, serta mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.

Menurut Okis, publikasi kegiatan melalui media sosial seharusnya dipandang sebagai bentuk transparansi pemerintah sekaligus sarana mempercepat respons terhadap aspirasi masyarakat, bukan sekadar membangun citra.

Pandangan serupa disampaikan H. Bardata, putra tokoh Tanah Abang Bang Yusuf Muhi atau Bang Ucu. Ia menegaskan kritik tetap diperlukan sebagai bahan evaluasi pemerintahan, tetapi harus disampaikan secara beretika, objektif, dan berdasarkan fakta di lapangan.

Bardata mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan kritik yang sehat agar dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Jakarta Pusat.

Editor :