artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Sampah Menumpuk Capai 60 Ton, DPRD Surabaya Dorong Efek Jera

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Politisi Muda Gerindra Surabaya Alif Iman Waluyo
Politisi Muda Gerindra Surabaya Alif Iman Waluyo

SURABAYA – Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya, Alif Iman Waluyo, menyoroti temuan sekitar 60 ton sampah rumah tangga yang menumpuk di wilayah belakang Pasar Turi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan menimbulkan keresahan bagi warga di sekitar lokasi.

Alif menegaskan, persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Penanganan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Sebanyak 60 ton sampah rumah tangga yang ditemukan di Belakang Pasar Turi tentu menimbulkan keresahan bagi warga sekitar maupun warga yang terdampak,” kata Alif kepada Warta Artik.id, Senin (21/9/2026).

 

Politisi muda Gerindra Surabaya itu mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kesadaran tersebut, kata dia, perlu dibangun secara bersama-sama agar persoalan penumpukan sampah tidak terus terjadi di berbagai wilayah.

“Sebisa mungkin masyarakat setidaknya sadar akan kebersihan dan juga sadar untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Alif mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang berencana memberikan tindakan tegas terhadap masyarakat yang terbukti membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, penerapan sanksi berupa denda hingga Rp50 juta menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menekan perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Tindakan tegas untuk pelaku pembuangan sampah dengan memberikan denda sebesar Rp50 juta itu merupakan salah satu solusi yang cukup tegas dan masif,” katanya.

Alif berharap penerapan aturan tersebut tidak berhenti pada pemberian sanksi, tetapi juga mampu memberikan efek jera kepada masyarakat. Dengan demikian, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat ditekan dan tidak kembali memicu penumpukan sampah dalam jumlah besar.

“Diharapkan dapat mengurangi intensitas warga yang membuang sampah sembarangan,” pungkas Alif.(rda)

Editor :