DPRD Surabaya Siapkan Langkah Pencegahan, Generasi Muda Terancam Judi Online

Reporter : fuday
Diskusi Publik Gesek Bejo di Siola Convention Hall, Jumat (5/6/2026).

SURABAYA - Ancaman judi online terhadap anak dan remaja menjadi perhatian serius di tengah upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Kemudahan akses internet dan perkembangan teknologi digital membuat praktik perjudian semakin dekat dengan kehidupan pelajar, bahkan telah menyusup ke ruang-ruang yang seharusnya menjadi tempat belajar dan bertumbuh.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Penutupan Spa yang Diduga Terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan. Anggota DPRD Surabaya, Johari Mustawan, menegaskan bahwa perlindungan generasi muda dari judi online harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Johari Mustawan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik Gesek Bejo (Gerakan Sekolah Berantas Judi Online) yang berlangsung di Siola Convention Hall, Jumat (5/6/2026).

Pria yang akrab disapa Bang Jo itu menilai judi online kini bukan lagi persoalan yang hanya dihadapi orang dewasa.

Kehadirannya semakin sulit dibendung karena dapat diakses dengan mudah melalui telepon genggam yang digunakan sehari-hari oleh anak-anak dan pelajar.

"Judi online sekarang sudah bukan lagi menjadi masalah orang dewasa. Judi online sudah masuk ke ruang belajar, kamar tidur, dan telepon genggam para pelajar. Ini menjadi ancaman serius yang harus kita hadapi bersama," ujarnya.

Menurut Johari, data dari PPATK menunjukkan tingginya keterlibatan anak dan remaja dalam aktivitas perjudian digital. Tercatat sekitar 197 ribu anak dan remaja berusia 11 hingga 19 tahun terindikasi terlibat judi online.

Yang lebih memprihatinkan, sekitar 80 ribu pemain berasal dari kelompok usia di bawah 10 tahun. Sementara nilai transaksi judi online secara nasional mencapai sekitar Rp286 triliun dalam setahun.

Angka tersebut menjadi peringatan bahwa generasi muda merupakan aset utama bangsa yang harus dijaga. Dampak judi online tidak hanya menyentuh kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi memicu kecanduan, gangguan psikologis, penurunan prestasi belajar, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.

"Kalau generasi muda kita terjerumus judi online, maka yang terancam bukan hanya masa depan individu, tetapi juga masa depan bangsa. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk bergerak bersama menyelamatkan generasi kita," kata Johari.

Sebagai Kota Pahlawan sekaligus Kota Layak Anak, Surabaya dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak, termasuk dari ancaman kejahatan digital.

Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: HJKS ke-733 Jadi Ajang Refleksi, Cak Yebe Minta Pelayanan Publik Dibenahi

Johari Mustawan mendorong para pelajar untuk memanfaatkan internet secara positif, meningkatkan literasi digital, serta berani melaporkan akun maupun konten yang mempromosikan perjudian online.

Selain itu, membangun lingkungan pergaulan yang sehat juga menjadi langkah penting agar anak-anak dapat saling mengingatkan dan terhindar dari pengaruh negatif di ruang digital.

Peran keluarga menjadi benteng pertama dalam perlindunga anak. Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi penggunaan gawai, memahami aktivitas digital anak, serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak mudah terjebak dalam aktivitas berisiko.

"Sekolah juga memiliki peran penting melalui penguatan literasi digital, pendidikan karakter, dan layanan konseling bagi siswa yang berisiko," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku maupun jaringan judi online.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui percepatan pemblokiran situs dan aplikasi perjudian serta peningkatan edukasi publik mengenai dampak negatif judi online.

Baca juga: Angka Pengangguran Surabaya Meningkat, DPRD Desak Pemkot Perkuat Pembangunan SDM

Sebagai anggota DPRD Kota Surabaya, Johari menyatakan komitmennya untuk terus mendorong berbagai langkah strategis melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Beberapa upaya yang didorong antara lain penguatan regulasi daerah, pengawasan terhadap dinas terkait, penyediaan anggaran program pencegahan, hingga pembentukan Kampung Anti Judi Online.

DPRD juga berencana memperkuat integrasi program ketahanan keluarga dan perlindungan anak, menjadikan isu judi online sebagai materi dalam kegiatan reses, serta memperluas kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan aparat penegak hukum.

"Perang melawan judi online tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada gerakan bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Jika kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka generasi hari ini harus kita lindungi dari ancaman judi online," tegasnya.

Johari Mustawan berharap “Diskusi Publik Gesek Bejo” dapat menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran judi online yang kini semakin banyak menyasar kelompok usia muda.

Menurutnya, investasi terbaik menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya pembangunan infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman perjudian digital. (red)

Editor : fuday

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru