Kisah Pilu Lansia Ketut Rami yang Menggetarkan Hati: Menyongsong Cahaya di Tengah Kelamnya Kehidupan

GIANYAR | ARTIK.ID - Dalam hening senja yang suram, terdengar langkah kaki rapuh seorang lansia mengembara di sepanjang lorong kota. Tiap langkahnya penuh dengan derita, namun penuh dengan harap. Dialah Dadong ketut Rami, seorang lansia renta berusia 80 tahun, yang hidup sebatang kara di Banjar Sema Bitra, Gianyar.

Dadong ketut Rami, dengan rasa sakit yang menyesak, mencari nafkah dari hasil memulung rongsokan. Tiap botol bekas yang ia pungut, setiap koin yang ia raih, adalah tiket makan yang ia perjuangkan dengan penuh kesabaran. Namun, kehidupannya yang suram tak hanya dipenuhi dengan kesulitan mencari makan, melainkan juga kesendirian yang amat menyayat hati.

Baca Juga: Atasi Kelangkaan Air: Kepolres Gianyar Resmikan Sumur Bor Sari Pertiwi di Pura Lumbung Desa Sukawati

Sudah lebih dari 2,5 tahun ini, tidak seorang pun anaknya kembali pulang ke pangkuannya. Sang suami telah meninggalkannya untuk selama-lamanya, menyisakan seorang diri dalam kehampaan yang tak berkesudahan. Ditambah lagi dengan penyakit yang merajai tubuhnya, membuat kakinya pincang setiap langkahnya, dan menyebabkan setiap langkah terasa seperti hukuman yang tak terlalu tahan lagi.

Baca Juga: Yayasan Amerta Bali Lestari dan Sucofindo Dukung Ketahanan Pangan, Bali Net Zero Emisi

Setiap hari, dengan beban yang semakin berat, Dadong Ketut Rami melangkah dengan langkah-langkah gemetar, memungut rongsokan di jalanan seputar Bitra Gianyar. Namun, di balik derita yang membelitnya, ada harapan yang membara. Harapan untuk bertemu anak-anaknya lagi, untuk mendapatkan kehangatan keluarga, dan untuk dapat hidup dengan tenang.

Kisah pilu Dadong Tetut Rami, yang menggugah nurani, akhirnya mendapat perhatian dari PT SMS. Pada hari Senin, 6 Mei 2024, PT SMS turun tangan untuk menyongsong cahaya kehidupan di tengah kelamnya kehidupan Dadong ketut Rami. Mereka mengirimkan bantuan sembako , dengan harapan dapat meringankan beban hidupnya yang penuh dengan duka.

Baca Juga: Desa Temesi Memimpin Inisiatif Progresif: Deklarasi Telajakan Bersemi dan Desa Peduli Gigi

Ngakan Yess, pimpinan PT SMS, selalu mengemban prinsip hidupnya bahwa kebahagiaan sejati didapat dengan cara membahagiakan orang lain. Dengan tindakan kecil ini, semoga dapat membawa sinar harapan dan kehangatan bagi Dadong ketut Rami, di tengah dinginnya dunia yang meluputkan kasih sayang.(*)

Editor : LANI