Eri Cahyadi Lakukan Asesmen Ulang Kekuatan Bangunan Rumah Sakit Terhadap Gempa

Tenda Rumah Sakit Darurat. Foto: Dok BPBD Kota Surabaya.
Tenda Rumah Sakit Darurat. Foto: Dok BPBD Kota Surabaya.

SURABAYA | ARTIK.ID - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap gempa susulan yang kemungkinan terjadi setelah gempa berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang Surabaya pada Jumat (22/3/2024).

Baca Juga: Gempa Susulan Mengguncang Jatim 58 Kali, Surabaya Bangun Tenda Rumah Sakit Darurat

Baca Juga: Eri Cahyadi Optimistis Target Normalisasi Saluran Air di Surabaya Rampung Tahun Ini

Gempa tersebut sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar gedung, termasuk seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Baca Juga: Gempa Tuban Guncang Surabaya, Timbulkan Kerusakan di Beberapa Wilayah dan Korban

"Saya mohon kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk lebih berhati-hati. Yang kedua agar lebih peka terhadap tanda atau rasa yang disebabkan oleh gempa," kata Eri Cahyadi.

Dirinya meminta warga untuk segera keluar rumah apabila kembali terjadi gempa susulan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa.

Baca Juga: Bangun Karakter Anak, Pemkot Surabaya dan ACI Gelar 'Arek Suroboyo Goes To School'

Saat ini, Pemkot Surabaya tengah melakukan asesmen penghitungan ulang kekuatan bangunan rumah sakit (RS) terhadap gempa.

Eri Cahyadi menyebut, penghitungan ulang ini dilakukan untuk memastikan keamanan fasilitas pelayanan kesehatan bagi pasien, terutama setelah dua bangunan RS, yaitu RS Universitas Airlangga (Unair) dan RSUD dr. Mohamad Soewandhie yang terdampak gempa.

"Kemarin ada kabar RS Unair mengalami kerusakan. Alhamdulillah, tenda darurat sudah disiapkan dengan cepat," kata Eri Cahyadi, Sabtu (23/3).

Baca Juga: Eri Cahyadi Perketat Larangan Judi Online, Terbitkan SE bagi ASN di Lingkungan Pemkot Surabaya

Tenda Rumah Sakit Darurat tersebut dipasang langsung oleh Tim BPBD Surabaya di parkiran mobil RS Universitas Airlangga (Unair).

"Saat ini pasien sudah masuk kembali ke dalam. Meskipun tidak semua lantai dipakai, hanya sampai lantai tiga hari ini," pungkas Eri Cahyadi.

(diy)

Editor : Jabrik