I Made Kasta, Penasehat Gerindra Klungkung, Pimpin Pembentukan PRAGINA Pemenangan Prabowo-Gibran

KLUNGKUNG | ARTIK.ID - I Made Kasta, penasehat partai Gerindra Kabupaten Klungkung yang juga mantan Wakil Bupati Klungkung, memimpin pembentukan kelompok PRAGINA (Prabowo Gibran Menang) dalam upaya memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran di Klungkung dengan target 60 persen. Pembentukan kepengurusan kelompok ini dilakukan pada 7 Januari 2024, di mana sekitar 75 orang dari berbagai banjar dan kecamatan di Kabupaten Klungkung telah berkumpul.

PRAGINA dibentuk dengan tujuan jelas: memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024-2029. "Kami harus bersatu untuk memastikan kemenangan Prabowo-Gibran," ungkap I Made Kasta.

Baca Juga: Rai Mantra Terpilih Sebagai Anggota DPD RI Dapil Bali: Apresiasi Tinggi dari LPD Desa Adat Satra

Lebih lanjut, Kasta menjelaskan rencana teknis gerakan kelompok ini, termasuk pemberian pembekalan kepada anggota dalam pendekatan kepada masyarakat. Mereka akan membentuk koordinator di setiap kecamatan untuk mengawasi anggota di masing-masing desa. Ini diharapkan dapat mempercepat gerakan PRAGINA untuk memastikan kekuatan Gerindra semakin kuat.

Baca Juga: Pragina Klungkung Gelar Sembahyang dan Doa Bersama untuk Kemenangan Prabowo

Pembentukan kelompok ini adalah inisiatif internal dari pengurus Gerindra Klungkung, yang akan segera diumumkan secara resmi. PRAGINA bertekad untuk tetap eksis pasca-Pilpres dan akan mengawal program-program Prabowo-Gibran agar sampai ke masyarakat.

Salah satu program unggulan pasangan Prabowo-Gibran yang disorot adalah pemberian makan siang gratis dan distribusi susu, yang dianggap penting dalam menangani masalah stunting yang semakin parah.

Baca Juga: I Made Kasta: Masa Tenang, Doa Bersama, Pesan Edukasi bagi Warga Klungkung dari Gerindra

Kasta berharap agar PRAGINA mampu meresap hingga ke lapisan terdalam masyarakat dan memberikan pemahaman mengenai program pasangan Prabowo-Gibran. Dia menekankan bahwa berpolitik harus dilakukan dengan kebijaksanaan dan tidak boleh terjebak dalam fanatisme. (lani)

Editor : Lani