iklan1
iklan1

Plafon SMPN 60 Ambruk, Lutfiyah Minta Mitigasi Bencana Sekolah Diperketat

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Srikandi Politisi Gerindra Surabaya Lutfiyah (doc.Qomar)
Srikandi Politisi Gerindra Surabaya Lutfiyah (doc.Qomar)

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Lutfiyah, menyoroti serius insiden ambruknya plafon di SMP Negeri 60 Surabaya yang menyebabkan sedikitnya 32 siswa mengalami trauma dan kepanikan. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap keselamatan bangunan sekolah.

 

Ia menyayangkan kejadian tersebut terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak-anak. bangunan sekolah semestinya telah dilengkapi dengan sistem mitigasi bencana serta perawatan berkala yang memadai.

“Bangunan berbasis pendidikan tidak boleh abai terhadap aspek keselamatan. Sekolah adalah tempat anak-anak belajar, bukan tempat yang menimbulkan rasa takut dan trauma,” tegas Lutfiyah pada Warta Artik.id Rabu (28/01).

 

Srikandi Politisi Gerindra Surabaya itu menilai, insiden ambruknya plafon tidak bisa dianggap sebagai kejadian sepele atau semata faktor teknis. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar lebih serius dalam melakukan pengecekan kondisi fisik gedung sekolah.

 

Lutfiyah juga mendesak Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan sekolah, khususnya sekolah negeri yang telah berusia lama. 

Langkah tersebut penting guna memastikan seluruh fasilitas pendidikan benar-benar aman dan layak digunakan.

 

Selain itu, pentingnya memasukkan aspek mitigasi bencana dalam setiap perencanaan dan rehabilitasi bangunan sekolah. Ia mengingatkan, Surabaya sebagai kota besar tidak boleh lengah terhadap potensi risiko bangunan yang bisa membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu ada korban baru kemudian bertindak,” tandasnya.

 

diakhir pernyataannya, Ia berharap, insiden di SMPN 60 Surabaya ini menjadi momentum evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sekolah lain di Surabaya. (rda)

Editor :