Langkat, wb - Gelaran baca puisi yang diinisiasi oleh Gardu bekerjasama berbagai perkumpulan pengiat seni budaya dan sastra menyedot banyak perhatian .
Pagelaran baca puisi yang bertajuk Satu Jam Baca Puisi ini tidak hanya menghadirkan pengiat seni budaya dan sastra namun juga aktivis perempuan, praktisi hukum sampai tokoh politik ikut membaca puisi pada gelaran tersebut.
Satu Jam Baca Puisi digelar di Taman Budaya Tengku Amir Hamzah Kabupaten Langkat, pada Rabu (6/1/2021) di Stabat
Hadir membaca puisi aktivis perempuan yang juga Sekretaris Baguna Sumut, R. Mawarni Putri Tampubolon, selanjutnya tokoh praktisi hukum yang juga pendiri K Semar, Togar Lubis serta Aktivis Pendidikan, Alexander Chrisse Ginting Munthe turut hadir dan membaca puisi.
Anggota DPRD Sumut yang juga Bendahara Partai PDI Perjuangan Sumatera Utara, dr. Meriahta Sitepu, Mars, juga terpanggil turut serta membaca puisi.
Selain itu, Kasi Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat, Yuni Ariani, membacakan pusi Chairil Anwar mewakili kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat Nur Elly Heriani Rambe, MM, yang berniat hadir dan membacakan puisi namun berhalangan hadir karena kondisi tubuh yang kurang sehat.
Pagelaran baca puisi ini yang diawali dengan pembuka tarian dari Grup Tari Amarilis STKIP Al Maksum ini merupakan upaya menghidupkan kembali gairah seni budaya terlebih mengangkat marwah Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah.
Selain itu gelaran Satu Jam Baca Puisi ini juga, sebagai bentuk upaya setawar pengobat bagi Bupati Langkat yang baru ini di demo sekolompok orang terkait permasalahan Langkat di depan Kantor KPK.
Hal ini disampaikan Tokoh Budaya Tengku Zainuddin disela-sela pagelaran baca puisi.
“Kita mengangkat marwah Pahlawan Nasional, Pujangga yang merupakan putra Langkat, Tengku Amir Hamzah. Selain itu tentu juga sebagai setawar sedingin bagi Bupati Langkat Terbit Rencana PA yang sedang diterpa isu selepas ada sekelompok orang berdemo di KPK.” Terang Tengku Zainuddin.

Gelaran Satu Jam Baca Puisi ini tidak hanya menghandirkan pengiat seni buda dan sastra Kabupaten Langkat, namun juga dari Deliserdang, dan Medan .
Para penggiat Forum Sastrawan Deli Serdang (Fosad) turut andil membaca puisi, diantara Sugeng Staya Darma, Wirja Taupan dan Kamal Nasution. Selain itu Tilik Budaya menghadirkan pembaca puisi Erwinnasrullah dan Tegar Hidayat.
Penampilan baca puisi dari mahasiswa STKIP al Maksum Stabat yakni Nurliza Fahriza Putri, Firda Febrianti, Kartika Ningrum dan Nia Daniati , memberikan kesan bahwa ada secercah harapan akan masa depan sastra di Kabupaten Langkat.
Yang juga menarik pada gelaran Satu Jam Baca Puisi ini, selain para penggiat sastra, tokoh aktivis perempuan, praktisi hukum dan tokoh politik serta cucu Tengku Amir Hamzah, Tengku Rina Usman juga turut hadir dan membaca puisi atoknya.
Selanjutnya, Kasi Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat, Yuni Ariani, membacakan pusi Chairil Anwar mewakili kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat Nur Elly Heriani Rambe, MM, yang berniat hadir dan membacakan puisi namun berhalangan hadir karena kondisi tubuh yang kurang sehat.
Selain menyajikan puisi dengan membaca, puisi dengan perpaduan aresemen musik juga mensyahdukan gelaran tersebut. Grup musik Jerangan tampil membawakan musikalisasi puisi, Apa ada Angin di Jakarta dan puisi Padamu Jua karya Tengku Amir Hamzah.
Satu Jam Baca Puisi ditutup dengan penampilan baca puisi yang disampaikan oleh, Bob Anggara dari Teater Iqra dan Roni Sanzani Azli dari teater Sisi UMSU. (red)