iklan1
iklan1

Tradisi Hari Raya Ketupat di Sukolilo Baru, Surabaya: Makanan Gratis untuk Semua Warga

avatar Amar
  • URL berhasil dicopy
Tradisi makan ketupat gratis di Sukolilo Baru, Surabaya. (Amar)
Tradisi makan ketupat gratis di Sukolilo Baru, Surabaya. (Amar)

SURABAYA – Tradisi Hari Raya Ketupat yang dirayakan tujuh hari setelah Idul Fitri tetap lestari di beberapa daerah, termasuk di Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya. Warga setempat menggelar acara berbagi makanan gratis berupa ketupat lengkap dengan sayur lodeh, lauk pauk, jajanan tradisional, serta aneka minuman segar. Semua hidangan tersebut disajikan secara cuma-cuma kepada warga maupun siapa saja yang melintas di Jalan Raya Sukolilo Baru.

Menurut Hanafi, Ketua RW 02 Kelurahan Sukolilo Baru, tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Sejak tahun 2023, pihaknya berinisiatif memperluas acara dengan berkoordinasi bersama para ketua RT untuk menggelar kegiatan di jalan utama yang berbatasan langsung dengan Jembatan Suroboyo, Kenjeran.

"Awalnya tradisi ini dilaksanakan di gang-gang kampung, sehingga hanya dinikmati warga setempat. Tapi sejak tiga tahun terakhir, kami menggelar di jalan raya agar semua masyarakat umum bisa ikut menikmati," kata Hanafi, Senin (7/4/2025) sore.

Ia menambahkan, acara ini murni hasil swadaya warga tanpa dukungan dari pemerintah. Antusiasme masyarakat pun terus meningkat, bahkan warga dari luar Surabaya, seperti dari Kabupaten Sidoarjo, turut hadir.

"Alhamdulillah, warga kami mendukung penuh. Semua yang datang kami layani dengan ramah. Ini murni sodaqoh warga kami, dan Insya Allah akan terus kami lestarikan di tahun-tahun mendatang," terangnya.

Hanafi juga berharap Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pariwisata bisa turut mempromosikan tradisi ini agar lebih dikenal luas, tanpa mengubah esensi swadaya masyarakatnya.

"Saya berharap dinas terkait bisa membantu mempublikasikan tradisi RW 02 ini. Kami pastikan, semuanya tetap gratis dan dibiayai oleh warga kami," tutup Hanafi.

Sementara itu, Wi Masruhin, warga Sukolilo Baru Gang 7, menyebutkan bahwa makanan yang disajikan sangat beragam.

"Jenis makanannya tidak hanya ketupat dan lepet. Ada juga sate kerang, lontong kupang, gulai daging, soto daging, dan masih banyak lagi. Semoga membawa berkah bagi kita semua," ujar pria yang akrab disapa Cak Wi.

Pengunjung dari luar daerah, Hanifah asal Krian, Kabupaten Sidoarjo, juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa ikut menikmati acara ini.

"Saya sudah dua tahun datang ke sini. Alhamdulillah bisa makan gratis. Ada ketupat, jajan pasar, sampai es kopyor kelapa muda. Rasanya khas sekali, enak, dan gratis pula," ungkapnya.

Tradisi ini menjadi bentuk nyata kekuatan kearifan lokal dan semangat berbagi yang terus dijaga oleh masyarakat Sukolilo Baru.  (Mar)

Editor :