artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Jeruk Siam Madu Mojokerto Jadi Pemasok Menu Makan Bergizi Gratis

avatar Mohammad
  • URL berhasil dicopy

Mojokerto – Lahan bantaran Sungai Ngotok di Kota Mojokerto yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini berubah menjadi kebun produktif penghasil Jeruk Siam Madu. Hasil panen petani setempat bahkan telah masuk dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ribuan penerima manfaat.

Kebun jeruk seluas sekitar 10 hektare yang berada di Lingkungan Balongcangkring II, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, dikelola oleh Kelompok Tani Bangun Jaya. Saat ini, sekitar 1,4 hektare lahan telah memasuki masa produktif dengan kurang lebih 200 pohon jeruk yang mulai berbuah.

Koordinator Kelompok Tani Bangun Jaya, Eko Darsono, mengatakan pihaknya rutin memasok sekitar 3,5 kuintal jeruk setiap pengiriman kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon, Mojoanyar.

“Sekali pengiriman sekitar tiga setengah kuintal. Kalau panen sebenarnya bisa mencapai lima sampai enam kuintal, tetapi disesuaikan dengan permintaan,” ujar Eko.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi angin segar bagi para petani karena sebelumnya mereka sering mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panen. Kini, jeruk mereka memiliki pembeli tetap dengan harga yang tetap mengikuti pasar, yakni sekitar Rp15 ribu per kilogram.

Selain memberikan kepastian pasar, para petani juga mulai menerapkan penggunaan pupuk organik untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas buah. Jeruk Siam Madu tersebut dapat dipanen tiga hingga empat kali dalam setahun karena proses pembuahan berlangsung secara bertahap.

Sementara itu, Kepala SPPG Jabon Mojoanyar, Yanse Young Pribadi, menyebut pembelian langsung dari petani lokal merupakan bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat sekaligus memastikan kualitas bahan pangan untuk program MBG.

“Kami tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga memberikan edukasi agar kualitas buah semakin baik. Harapannya, penerima manfaat mendapatkan buah yang segar dan berkualitas,” kata Yanse.

Kini, jeruk hasil kebun bantaran Sungai Ngotok tersebut menjadi bagian dari menu bergizi bagi sekitar 3.000 penerima manfaat MBG, mulai dari jenjang TK hingga SMP.

Kolaborasi antara petani lokal dan program MBG ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan yang tepat mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Editor :