JAKARTA – Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Aktor dan komedian senior Zainal Abidin, yang lebih dikenal dengan nama Diding Boneng, meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) dalam usia 76 tahun. Kepergian seniman yang telah menghibur masyarakat selama puluhan tahun itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan insan perfilman Tanah Air.
Kabar wafatnya Diding Boneng pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga dan sejumlah rekan seniman, kemudian dikonfirmasi oleh Sanggar Perkasa, tempat almarhum selama ini aktif membimbing dan membagikan ilmu seni kepada generasi muda. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan melalui media sosial sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjangnya bagi dunia seni dan hiburan Indonesia.
Sebelum berpulang, Diding Boneng diketahui sempat menjalani perawatan akibat penyakit asma yang telah lama dideritanya.
Sekretaris Jenderal Rumah Hebat Nusantara turut menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dalam pernyataannya disebutkan, Diding Boneng merupakan maestro seni Indonesia yang telah mewariskan karya, keteladanan, dan pengabdian yang akan terus hidup di hati masyarakat.
"Selamat jalan Maestro Seni Indonesia. Warisan seni, keteladanan, dan pengabdianmu akan terus hidup dalam hati masyarakat Indonesia. Terima kasih atas tawa, inspirasi, dan karya yang telah engkau persembahkan bagi bangsa," demikian bunyi pernyataan belasungkawa tersebut.
Nama Diding Boneng melejit pada era keemasan film komedi Indonesia. Sosoknya dikenal luas melalui berbagai film layar lebar, termasuk sejumlah produksi bersama para personel Warkop DKI. Dengan gaya humor yang khas, sederhana, dan dekat dengan kehidupan masyarakat, ia berhasil menjadi salah satu ikon komedi Indonesia yang dikenang lintas generasi.
Tak hanya berkiprah di depan kamera, Diding juga dikenal sebagai pengajar seni yang konsisten membina talenta-talenta muda di bidang perfilman dan teater. Dedikasinya dalam mencetak generasi baru seniman menjadi salah satu warisan berharga yang akan terus dikenang.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo setelah prosesi penghormatan terakhir dari keluarga dan kerabat. Sejumlah tokoh seni, artis, hingga masyarakat dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah perfilman nasional.
Kepergian Diding Boneng menambah daftar seniman besar Indonesia yang telah berpulang. Meski raganya telah tiada, karya-karya, tawa, serta semangatnya dalam memajukan seni komedi diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Indonesia kehilangan seorang maestro, tetapi jejak pengabdiannya akan tetap abadi dalam perjalanan sejarah perfilman dan hiburan nasional.
Editor : Mohammad