artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Berawal dari Keresahan, Pemuda Desa Ini Buka Bimbel Gratis untuk Anak-anak Alastlogo

avatar fuday
  • URL berhasil dicopy
FOTO Diskominfo Jatim
FOTO Diskominfo Jatim

PASURUAN – Setiap Jumat dan Sabtu malam, suasana di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, terasa berbeda. Saat sebagian anak memilih beristirahat setelah beraktivitas seharian, puluhan anak lainnya justru berkumpul untuk belajar bersama di Bimbingan Belajar (Bimbel) Akar Rumput.

Program belajar gratis yang digagas para pemuda Karang Taruna Mutiara Telaga Bakti itu telah menjadi bagian dari rutinitas baru anak-anak desa sejak September 2025. Kehadiran bimbel tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan mimpi dan semangat untuk terus melanjutkan pendidikan.

Ketua Bimbel Akar Rumput, Mukhammad Sholeh, mengatakan masih ada anak-anak di Desa Alastlogo yang berhenti sekolah setelah lulus Sekolah Dasar. Kondisi itu menjadi alasan utama dirinya bersama para pemuda desa mendirikan ruang belajar gratis bagi masyarakat.

Menurutnya, kesenjangan pendidikan antara anak-anak desa dan perkotaan masih cukup terasa. Karena itu, mereka berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang menyenangkan agar anak-anak semakin termotivasi untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi.

"Sampai sekarang masih ada yang lulus SD lalu tidak melanjutkan sekolah. Karena itu kami mendirikan bimbel ini supaya mereka senang belajar dan memiliki keinginan untuk terus sekolah," ujar Sholeh, Senin (15/6/2026).

Kegiatan belajar berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. Seluruh layanan diberikan secara gratis tanpa memungut biaya dari peserta didik.

Di balik kegiatan tersebut, terdapat tujuh tutor yang secara sukarela mendampingi proses belajar anak-anak. Menariknya, seluruh tutor memiliki latar belakang pendidikan keguruan dan memilih mengabdi untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di desa mereka.

Semangat gotong royong juga terlihat dari penyediaan fasilitas belajar. Meja belajar, alat tulis, hingga kebutuhan pendukung lainnya dibeli secara swadaya dari hasil penjualan produk usaha mikro yang dikelola para pengurus.

Bagi Sholeh, langkah kecil yang dilakukan bersama rekan-rekannya merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membantu mengurangi angka anak putus sekolah. Terlebih, Kecamatan Lekok masih dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan dan pendidikan yang relatif rendah.

Sementara itu, salah satu tutor, Yulia, mengaku menemukan kebahagiaan tersendiri saat mengajar di Bimbel Akar Rumput. Baginya, melihat anak-anak semakin bersemangat belajar menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Ia merasa kegiatan tersebut bukan sekadar mengajar pelajaran sekolah, melainkan juga membantu membangun kepercayaan diri dan masa depan anak-anak desa agar memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.

Melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap pekan, para pemuda Desa Alastlogo membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang belajar kecil. Di tengah berbagai keterbatasan, mereka menghadirkan harapan baru agar semakin banyak anak desa berani bermimpi dan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

Editor :