artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Pengacara Gerakan 'No Viral No Justice' M. Sholeh Berpulang, Tinggalkan Jejak Perjuangan untuk Rakyat Kecil

avatar Mohammad
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA – Kabar duka menyelimuti dunia hukum dan gerakan advokasi di Jawa Timur. Pengacara H. Muhammad Sholeh, S.H., yang dikenal luas sebagai penggagas gerakan "No Viral No Justice", meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026).

Informasi wafatnya M. Sholeh pertama kali disampaikan pihak keluarga melalui pesan yang beredar di aplikasi WhatsApp. Dalam pesan tersebut, keluarga memohon doa dan keikhlasan masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah suami dan ayahanda kami tercinta H. Muhammad Sholeh, S.H. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan beliau semasa hidupnya. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT," demikian isi pesan keluarga.

Keluarga juga menyampaikan bahwa almarhum dimakamkan di kawasan Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, Pasuruan. Rumah duka berada di Jalan Lebak Rejo Utara II Nomor 49-51, Surabaya.

Kepergian M. Sholeh meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, terutama masyarakat yang pernah merasakan langsung pendampingan hukumnya. Selama berkarier sebagai advokat, ia dikenal vokal memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil dan tidak segan membawa berbagai persoalan publik ke ranah hukum.

Selain aktif sebagai pengacara, M. Sholeh juga dikenal sebagai mantan aktivis PRD. Namanya semakin dikenal publik lewat gerakan "No Viral No Justice", sebuah kritik terhadap fenomena penegakan hukum yang dinilai baru bergerak setelah suatu kasus menjadi perhatian luas di media sosial.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak. Pengurus Persatuan Driver Online Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengaku kehilangan sosok advokat yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

Menurut Daniel, almarhum pernah memberikan pendampingan hukum dalam perjuangan para pengemudi taksi online yang menggugat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 hingga akhirnya dikabulkan Mahkamah Agung.

"Saya bersaksi beliau adalah orang baik. Beliau pernah menjadi pengacara kami saat memperjuangkan hak-hak pengemudi taksi online. Selamat jalan Pak Sholeh. Semoga husnul khatimah," ujar Daniel.

Bagi banyak orang, M. Sholeh bukan hanya seorang advokat, tetapi juga pejuang hukum yang konsisten menyuarakan keadilan bagi kelompok masyarakat yang kerap berada di posisi lemah. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia advokasi dan perjuangan hukum di Indonesia.

Editor :