artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Grebeg Suro 2026 Bikin Ponorogo Diserbu Turis Asing, Pelaku Wisata Rebut Peluang Emas

avatar fuday
  • URL berhasil dicopy
Diskominfo PONOROGO
Diskominfo PONOROGO

PONOROGO – Gemerlap Grebeg Suro 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat Ponorogo. Sejak resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, pada 6 Juni 2026 lalu, perayaan tahunan tersebut berhasil menghidupkan kembali denyut sektor pariwisata daerah.

Di tengah meningkatnya arus wisatawan, para pelaku usaha wisata lokal memilih untuk bergerak bersama. Mereka membangun kolaborasi melalui wadah bernama Industri Pariwisata Ponorogo (IPPO), sebuah forum yang mempertemukan berbagai pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

“IPPO hadir untuk membangun sinergi antar pelaku usaha sehingga pariwisata Ponorogo dapat berkembang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar perwakilan IPPO, Erfan, dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (13/6/2026).

Saat ini, IPPO beranggotakan 20 pelaku industri pariwisata yang bergerak di berbagai sektor. Mulai dari biro perjalanan wisata, pengelola destinasi, hotel, rumah makan, kafe, pusat oleh-oleh, hingga pelaku ekonomi kreatif yang menjadi bagian penting dalam pengalaman wisata di Ponorogo.

Menurut Erfan, potensi ekonomi dari sektor pariwisata Ponorogo sangat besar jika dikelola secara tepat. Karena itu, dibutuhkan kerja sama yang kuat untuk menciptakan destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kolaborasi tersebut, para pelaku usaha berharap dapat memperluas jaringan bisnis, memperkuat promosi destinasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang menjadi identitas baru pariwisata daerah.

Dampak positif Grebeg Suro 2026 mulai terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Tidak hanya wisatawan domestik, event budaya yang menjadi ikon Ponorogo itu juga menarik perhatian turis mancanegara.

Data IPPO mencatat sedikitnya 35 wisatawan asing datang ke Ponorogo untuk menyaksikan langsung rangkaian Grebeg Suro dan perayaan Tahun Baru Hijriah. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Prancis sebanyak 12 orang, Jepang 10 orang, Singapura lima orang, serta wisatawan dari India dan beberapa negara lainnya.

Kehadiran wisatawan internasional tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan budaya dan tradisi Ponorogo memiliki daya tarik yang mampu menembus pasar wisata global.

Untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan, IPPO juga mulai mengembangkan berbagai paket wisata terpadu yang menghubungkan sejumlah destinasi unggulan di Ponorogo. Wisatawan tidak hanya disuguhi kemeriahan Grebeg Suro, tetapi juga dapat menikmati wisata sejarah, wisata religi, hingga petualangan alam melalui program JecoTrip menuju Bukit Kuik di Desa Gajah, Kecamatan Sambit.

Lebih dari sekadar menikmati pemandangan, konsep wisata yang dikembangkan kini mengarah pada pengalaman yang lebih personal dan berkesan. Salah satunya melalui wisata petualangan offroad yang menyasar kalangan pecinta aktivitas luar ruang dan pengalaman eksploratif.

Langkah berikutnya, IPPO berencana mengundang sejumlah biro perjalanan dari luar daerah untuk melihat langsung potensi wisata yang dimiliki Ponorogo. Upaya ini dilakukan agar semakin banyak agen perjalanan memasukkan Ponorogo ke dalam daftar destinasi unggulan yang layak dipasarkan.

Dengan kekayaan alam, budaya, tradisi, hingga produk ekonomi kreatif yang dimiliki, Ponorogo dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu magnet wisata baru di Jawa Timur.

Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisata juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Erfan berharap semakin banyak pelaku usaha yang bergabung dalam IPPO sehingga kolaborasi yang terbangun semakin kuat. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, sektor pariwisata diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat setempat. (red)

Editor :