Kepala Kemenag Ponorogo Luncurkan Batik Khas Kota Budaya dan Kota Santri

PONOROGO | ARTIK.ID - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Moh Nurul Huda, meluncurkan batik khas yang menjadi baju seragam di lingkungan Kantor Kemenag. Batik ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama.

Batik tersebut memiliki corak yang tak jauh dari gambar Reog Ponorogo, dengan hiasan burung merak yang lebih dominan.

Baca Juga: Festival Nasional Reog Ponorogo Masuk Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023

Nurul Huda mengatakan, batik yang ia buat merupakan representasi dari identitas Ponorogo sebagai Kota Budaya dan Kota Santri.

"Reog itu kesenian adi luhung dan Ponorogo memiliki banyak pesantren. Tidak salah kalau menyematkan predikat Kota Budaya dan Kota Santri untuk Ponorogo," kata Nurul Huda.

Acara launching batik ini juga dihadiri oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Bupati Sancoko mengapresiasi kreativitas Nurul Huda dalam menciptakan batik khas Ponorogo.

"Ini keren, perlu kita apresiasi kreativitas hasil daya cipta Kepala Kantor Kemenag yang ternyata seorang seniman," ungkap Kang Bupati.

Baca Juga: Ada Reog di Surabaya, Namanya Reog Ponorogo, Ini Kata Ki Sutrisno

Bupati Sancoko juga mengatakan, Kantor Kemenag Ponorogo telah memahami keberadaannya di sebuah Kota Budaya dan Kota Santri.

Masyarakat Ponorogo memiliki keragaman dalam beragama, namun memiliki cara pandang yang moderat, toleran, dan menghargai perbedaan demi mewujudkan kemaslahatan bersama.

"Sikap toleransi, anti-kekerasan, penerimaan terhadap tradisi, dan komitmen kebangsaan sudah terbentuk. Alangkah indahnya kalau kita mampu merawat keberagaman itu dengan saling menghargai dan menghormati sehingga dapat hidup rukun berdampingan," terangnya.

Baca Juga: Reog Ponorogo Jadi Nominasi Tunggal Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Batik khas Ponorogo ini akan menjadi seragam resmi bagi seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Ponorogo. Diharapkan dapat menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Ponorogo.

(red)

Editor : Fudai