artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

DPRD Surabaya Dorong Pola Hidup Bersih, Cegah Hantavirus Tanpa Kepanikan

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Seikandi Politisi PAN Surabaya Dr.Zuhrotul Mar'ah (doc.rudy)
Seikandi Politisi PAN Surabaya Dr.Zuhrotul Mar'ah (doc.rudy)

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar'ah mengimbau masyarakat Kota Surabaya untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus yang mulai ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia.

 

Menurutnya, hingga saat ini kasus Hantavirus belum ditemukan di Surabaya, meski Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 23 kasus positif yang tersebar di sembilan provinsi per Mei 2026, termasuk Jawa Timur.

“Hantavirus di Surabaya sampai hari ini belum ada. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus melakukan langkah antisipasi dan menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya pada Warta Artik.id Selasa (12/05).

 

Ia menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yakni infeksi yang penularannya berasal dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus atau hewan pengerat lainnya seperti curut. 

Virus tersebut tidak menular antar manusia, melainkan melalui partikel udara yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus yang mengering lalu terhirup manusia.

“Penularannya bukan dari manusia ke manusia, tetapi melalui hewan pengerat. Partikel dari urin atau kotoran tikus yang mengering bisa beterbangan di udara dan terhirup saat membersihkan area yang kotor,” jelasnya.

 

dr. Zuhrotul juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membersihkan ruangan atau area yang diduga menjadi sarang tikus. Ia menyarankan penggunaan masker, sarung tangan, serta penyemprotan cairan disinfektan sebelum menyapu area kotor agar partikel virus tidak beterbangan.

“Hindari langsung menyapu kotoran tikus yang kering. Sebaiknya disemprot disinfektan terlebih dahulu, lalu gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan,” ungkapnya.

 

Selain itu, ia menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan rumah, serta tidak menumpuk barang bekas atau rongsokan yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya tikus.

 

Srikandi Politisi PAN Surabaya itu menambahkan, kondisi perkotaan yang semakin padat membuat tikus semakin mudah beradaptasi dengan lingkungan manusia. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi langkah utama pencegahan.

“Rumah harus bersih, jangan ada tumpukan barang kotor yang mengundang tikus datang. Intinya hidup sehat, pikiran juga harus tetap tenang dan fresh,” bebernya.

 

Meski belum ditemukan kasus di Kota Pahlawan, dr. Zuhrotul meminta warga tetap waspada dan tidak mengabaikan langkah-langkah pencegahan demi menghindari potensi penyebaran penyakit tersebut.(rda)

Editor :