artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Keracunan MBG di Surabaya, Ning Ais Desak Evaluasi Total Keamanan Pangan

avatar Amar
  • URL berhasil dicopy
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Syafiyah Asfar (FOTO amar)
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Syafiyah Asfar (FOTO amar)

SURABAYA - Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sekitar 200 siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mendapat perhatian serius dari anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Syafiyah Asfar.

Insiden tersebut membuat ratusan siswa harus menjalani perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. Para siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, hingga pusing dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan.

Ning Ais menilai peristiwa ini menjadi alarm serius terhadap sistem keamanan pangan, khususnya dalam distribusi makanan skala besar yang ditujukan bagi anak-anak sekolah.

“Korban harus mendapatkan penanganan maksimal. Fakta keracunan ini menjadi alarm serius terhadap sistem keamanan pangan dalam distribusi makanan massal untuk anak sekolah,” ujar Ning Ais, Senin (11/5/2026).

Politisi Fraksi PKB itu menegaskan, kasus tersebut tidak boleh dianggap sekadar persoalan teknis biasa. Menurutnya, insiden ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap standar higienitas, kualitas bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada siswa.

Saat ini, penyebab dugaan keracunan masih dalam proses pendalaman. Sampel makanan MBG juga telah dikirim untuk diuji di laboratorium guna memastikan sumber penyebab kejadian tersebut.

Ning Ais meminta proses investigasi dilakukan secara transparan agar penyebab utama dapat diketahui secara pasti. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali karena menyangkut keselamatan anak-anak.

Ia menekankan bahwa keamanan pangan dalam program konsumsi massal, terutama yang menyasar pelajar, harus diawasi dengan standar yang jauh lebih ketat. Pemerintah daerah, penyedia makanan, serta pihak terkait diminta memastikan penerapan standar operasional yang disiplin dan pemeriksaan kualitas makanan secara rutin.

“Sistem pengawasan harus berjalan konsisten di lapangan. Penanganan setelah kejadian tidak cukup jika tidak diikuti pembenahan sistem secara menyeluruh,” kata Ais.

Selain itu, Ning Ais juga menyoroti pentingnya audit berkala terhadap dapur penyedia makanan. Menurutnya, petugas pengolahan makanan perlu mendapatkan pelatihan keamanan pangan secara berkala.

Ia juga mendorong adanya mekanisme respons cepat ketika ditemukan indikasi makanan yang tidak layak konsumsi. Evaluasi terhadap vendor penyedia makanan pun dinilai perlu dilakukan secara objektif agar keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.

Politisi muda PKB tersebut menegaskan bahwa program pemenuhan gizi anak harus dibarengi dengan standar keamanan pangan yang sangat ketat. Jangan sampai program yang bertujuan baik justru berubah menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak.

Ning Ais juga meminta hasil investigasi nantinya diumumkan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi anak hanya dapat dijaga jika pemerintah dan pihak pelaksana berani melakukan evaluasi menyeluruh serta menindak tegas setiap bentuk kelalaian. (mar)

Editor :