artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

DPRD Surabaya Sebut Festival Rujak Uleg 2026 Catat Perputaran Ekonomi Rp1,2 Miliar

avatar Fudai
  • URL berhasil dicopy
Festival Rujak Uleg 2026 di di Surabaya Expo Center (FOTO Markas UKM for artik)
Festival Rujak Uleg 2026 di di Surabaya Expo Center (FOTO Markas UKM for artik)

SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi pelaksanaan Festival Rujak Uleg 2026 yang digelar di Surabaya Expo Center (SUBEC), Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. Festival tahunan itu dinilai tidak hanya menghadirkan hiburan dan wisata kuliner, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Ribuan warga memadati lokasi festival pada malam Minggu lalu. Jumlah pengunjung bahkan disebut mencapai sekitar 12 ribu orang dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan menembus Rp1,2 miliar.

Menurut Laila, Festival Rujak Uleg kini telah berkembang menjadi agenda wisata unggulan Kota Surabaya. Pengunjung tidak hanya datang dari dalam kota, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Surabaya.

Festival kuliner khas Surabaya tersebut juga telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sejak 2023. Bahkan, Festival Rujak Uleg masuk dalam daftar 125 event terbaik nasional.

Laila menilai keberhasilan sebuah festival seharusnya tidak hanya diukur dari kemeriahan acara atau tingginya jumlah pengunjung. Menurutnya, kegiatan berskala besar harus mampu memberikan dampak nyata terhadap roda perekonomian masyarakat.

“Festival seperti Rujak Uleg yang menghadirkan ribuan pengunjung sangat dinantikan. Selain menjadi wisata hiburan, yang terpenting adalah bagaimana ekonomi kerakyatan bisa bergerak secara berkelanjutan,” ujar Laila.

Politisi PKB itu menyebut sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap ekonomi warga. Kehadiran ribuan pengunjung ikut mendorong peningkatan omzet pelaku UMKM, sektor kuliner, hotel, hingga jasa lainnya.

Pengunjung membutuhkan makanan, minuman, hiburan, hingga tempat menginap. Kondisi itu membuat banyak pelaku usaha merasakan dampak langsung dari festival tersebut.

Laila menegaskan Festival Rujak Uleg tidak boleh berhenti hanya sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, festival harus menjadi ruang bersama untuk membangun ekosistem ekonomi rakyat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen dalam festival, mulai dari instansi pemerintah, BUMN, hotel, perbankan, hingga pelaku UMKM yang ikut meramaikan acara dengan menyajikan kreasi rujak khas Surabaya.

“Harus terbangun ekosistem baru untuk memacu ekonomi kerakyatan. Jangan hanya kelompok tertentu yang merasakan manfaatnya, tetapi seluruh masyarakat juga mendapat dampak ekonomi,” katanya.

Selain Festival Rujak Uleg, Laila juga mendorong pengembangan festival kuliner khas Surabaya lainnya seperti Festival Lontong Balap agar digelar lebih besar dan rutin.

Menurut dia, makanan otentik Surabaya memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata. Apalagi generasi muda saat ini dinilai mulai kurang akrab dengan kuliner tradisional daerahnya sendiri.

Karena itu, festival dengan sentuhan kreatif dan kekinian dianggap penting untuk menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, agar lebih mengenal budaya lokal melalui makanan khas daerah.

Festival Rujak Uleg tahun ini juga diikuti berbagai komunitas dan kelompok masyarakat yang membawa cobek lengkap dengan racikan bumbu khas masing-masing. Tidak hanya soal cita rasa, peserta juga menampilkan kreativitas dari sisi performa, kekompakan, hingga inovasi penyajian.

Laila pun meminta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pariwisata terus membuka ruang bagi pelaku UMKM dalam setiap agenda besar kota agar kegiatan tersebut benar-benar memberi nilai tambah bagi ekonomi masyarakat. (ciz)

Editor :