artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

BAJA 2026, Pemkab Jembrana Berangkatkan 797 Santri dari 63 Pondok Pesantren Balik ke Pondok Secara Gratis

avatar LANI
  • URL berhasil dicopy
DILEPAS : Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Ketua Panitia H. Mohammd Yunus Saat melepas keberangkatan Santri Jembatan Balik ke pondok pesantren Senin (30/3)
DILEPAS : Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Ketua Panitia H. Mohammd Yunus Saat melepas keberangkatan Santri Jembatan Balik ke pondok pesantren Senin (30/3)

JEMBRANA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mendukung pendidikan generasi muda berbasis keagamaan kembali diwujudkan melalui program Balik Jama’ah Santri (BAJA) 2026. Program yang merupakan bagian dari visi Santri Harmoni Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, S.T., M.T., ini memberangkatkan ratusan santri kembali ke pondok pesantren secara gratis.

Sebanyak 797 santri dari 63 Pesantren yang ada di pulau Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang diwakili dua (2) orang koordinator alumni pesantren tersebut, diberangkatkan menggunakan 11 unit bus menuju berbagai pondok pesantren, diantaranya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, dan pesantren Nurul Abror Alasbulu Wongsorejo. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan.

Ketua panitia pelaksana, H. Mohammad Yunus, yang juga menjabat sebagai penasihat IKSASS Kabupaten Jembrana, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya sekedar pemberangkatan, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak.

 

“Anak-anak kita ini meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu. Kita doakan semoga ilmu yang didapat menjadi berkah dan bermanfaat, tidak hanya bagi diri mereka, tetapi juga untuk masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program BAJA 2026 mendapat dukungan anggaran sekitar Rp200 juta dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat ribuan warga hadir dalam acara pelepasan sebagai bentuk dukungan moral bagi para santri.

Bahkan ke depan, program ini direncanakan akan diperluas. Tidak hanya biaya keberangkatan (balik jama’ah), pemerintah juga tengah menyiapkan program pulang jama’ah gratis bagi para santri. Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan diproyeksikan bisa mencapai Rp 400 juta pada tahun berikutnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyiapkan masa depan generasi muda.

“Hari ini bukan sekadar seremoni pelepasan. Ini adalah awal perjalanan masa depan anak-anak kita. Pemerintah hadir tidak hanya melepas, tetapi juga mengantar dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan. Ia berharap para santri dapat menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan.

“Di pesantren mungkin tidak senyaman di rumah. Tapi di situlah kalian ditempa. Semakin terbiasa menghadapi kesulitan, maka ke depan hidup akan terasa lebih mudah,” pesannya kepada para santri.

Bupati juga membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan sebagai motivasi. Ia mengaku pernah hidup dalam keterbatasan ekonomi selama masa kecil, namun dengan tekad dan keyakinan, ia mampu bangkit hingga menjadi pemimpin daerah.

“Kita harus punya keyakinan dan tujuan hidup. Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Saya ingin kalian semua sukses dan kembali membangun daerah,” tambahnya.

Program BAJA 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda Jembrana yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus menyempurnakan program ini agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. (lani)

Editor :