artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Pembacokan Remaja di Dupak, Azhar Kahfi Soroti PJU Mati dan Minimnya Pengawasan

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
politisi muda Gerindra Surabaya Azhar Kahfi (doc.aman)
politisi muda Gerindra Surabaya Azhar Kahfi (doc.aman)

SURABAYA – Kondisi minim penerangan di Jalan Dupak kembali menuai sorotan. Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mendesak Pemerintah Kota segera melakukan perbaikan penerangan jalan umum (PJU) menyusul maraknya potensi kriminalitas di kawasan tersebut.

 

Desakan ini mencuat setelah insiden pembacokan yang menimpa dua remaja pada Jumat malam (20/3/2026) dini hari, sekitar pukul 00.00–01.00 WIB. Peristiwa itu terjadi di Jalan Dupak, tepatnya di sekitar SPBU sisi PGS Pasar Turi, saat korban tengah berboncengan sepeda motor dan diserang oleh sekelompok pelaku.

 

Politisi yang akrab disapa Mas Kahfi ini menilai kondisi jalan yang gelap menjadi faktor yang membuka celah terjadinya aksi kejahatan. Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata karena menyangkut keselamatan masyarakat.

“Masalah di Jalan Dupak ini serius. Ini bukan sekadar soal lampu mati, tapi menyangkut keamanan warga yang setiap hari melintas,” tegasnya, Senin (23/3/2026).

 

Ia pun mendorong agar perbaikan PJU dijadikan prioritas utama. Menurutnya, keberadaan lampu jalan yang tidak berfungsi sama saja dengan tidak ada.

“Lampune mati ya harus segera dibenahi. Ojo nganti wujude onok, tapi manfaat e ora kerasa—artinya ada tapi tidak memberi terang,” ungkapnya.

 

Selain menyoroti PJU, Mas Kahfi juga meminta Pemkot Surabaya melakukan pemetaan ulang titik-titik rawan kriminal serta memastikan perawatan lampu jalan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

 

dirinya menyebut, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk lebih serius memperhatikan area-area blank spot yang kerap menjadi lokasi berulangnya tindak kejahatan.

 

Sebagai langkah tambahan, Mas Kahfi mendorong pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis di Jalan Dupak. Menurutnya, kehadiran teknologi pengawasan dapat membantu proses pencegahan sekaligus penindakan terhadap pelaku kejahatan.

“CCTV penting, bukan hanya untuk pengawasan, tapi juga memberi efek jera,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, ia juga meminta aparat keamanan meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari. Kehadiran aparat dinilai krusial untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Patroli rutin harus ditingkatkan. Masyarakat butuh rasa aman, tidak boleh terus dihantui ketakutan saat melintas,” katanya.

 

Keamanan warga merupakan tanggung jawab utama pemerintah. pemkot Surabaya harus hadir memastikan ruang publik tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi semua.

“Keamanan adalah kebutuhan dasar. Pemkot Surabaya wajib hadir untuk menjamin setiap warga bisa beraktivitas tanpa rasa takut,” pungkasnya.

Editor :