SESPIM Polri Gelar Seni Budaya dan Pariwisata Pilar Peradaban di Pura Agung Besakih

KARANGASEM | ARTIK.ID - Balai Budaya Sri Kesari Warma Dewa di Bencingah Agung Pura Agung Besakih menjadi saksi dari sebuah acara penting bertemakan "Seni Budaya dan Pariwisata Pilar Peradaban." Acara ini diselenggarakan oleh peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (SESPIM) Polri Angkatan ke-64 dalam rangka Kuliah Kerja Profesi (KKP).

Dalam kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kemitraan antara SESPIM Polri dengan pecalang serta pemangku kepentingan adat di Bali ini, peserta didik yang saat ini berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) akan dipersiapkan menjadi calon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) atau bahkan Kapolres di masa depan.

Baca Juga: Penataan Kawasan Suci Pura Besakih: Program Unggulan Gubernur Bali 2018-2023 I Wayan Koster

I Ketut Wisna, ST, MM, Tokah Adat Bali dan pendamping dari Sespim dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa pemilihan tema seni budaya dan pariwisata sebagai pilar peradaban serta lokasi di Besakih bukan tanpa alasan. "Bali dikenal sebagai pusat seni budaya Indonesia dan pusat pariwisata dunia yang berbasis adat dan budaya. Besakih sebagai hulu spiritual di Bali menjadi ikon yang tepat untuk acara ini," ungkapnya.

Apresiasi dan Bantuan untuk Komunitas Adat

Acara ini juga diisi dengan kegiatan Art Polishing, sebuah program untuk memperkuat dan melestarikan seni budaya lokal. Selain itu, peserta didik SESPIM Polri juga memberikan bantuan sembako kepada para pemangku, pecalang, dan lembaga adat di Besakih sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bali.

"Saya sebagai pendamping dari Sespim dan peserta didik, bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan memberikan informasi terkait adat serta berkomunikasi dengan pihak pemangku kepentingan di Besakih, baik badan pengelola maupun desa adat," ujar I Ketut Wisna.

Baca Juga: Tahapan Pilkada Klungkung Dimulai, Paket ASTAGUNA Mendapat Dukungan Luas dari Masyarakat

Menyadari Pentingnya Pariwisata dan Budaya Lokal

Menurut I Ketut Wisna, pendapatan utama Bali berasal dari pariwisata, yang tentu membawa dampak signifikan. "Harapan kita bersama adalah melindungi dan merawat seni budaya tradisi kita. Mabes Polri memberikan perhatian luar biasa terhadap tantangan yang ada di Bali melalui pecalang desa adat, yang menjadi benteng terakhir untuk penguatan peradaban," tambahnya.

Sebagai tokoh adat di Bali, I Ketut Wisna mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mabes Polri, khususnya Sispim Polri, atas kegiatan yang menguatkan tatanan adat di Bali. "Kegiatan apresiasi seni budaya ini adalah langkah penting untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan lokal," kata I Ketut Wisna.

Baca Juga: PT SMS dan BPR Sari Jaya Sedana Berbagi Sembako untuk Korban Longsor di Karangasem

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Prof. Dr. Irjen Pol Chryshnanda Dwilksana M Si Kepala Sispim Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Bambang Sentot Widodo, S.St.Mk, Kepala Sispimen Lemdiklat Polri, serta Forkopimda Karangasem. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya dan pariwisata di Bali.

Dengan acara ini, SESPIM Polri tidak hanya memperkuat hubungan dengan komunitas adat Bali tetapi juga menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung seni budaya dan pariwisata sebagai pilar peradaban. Bali, dengan kekayaan budayanya, terus menjadi pusat perhatian dan inspirasi bagi banyak pihak untuk menjaga dan merawat tradisi yang ada.(*)

Editor : LANI