Malaysia Siap Memimpin Era Baru Pusat Data dan Semikonduktor di Asia Tenggara

SURABAYA | ARTIK.ID - Malaysia telah menunjukkan kemajuan pesat dalam memposisikan diri sebagai hub utama data center dan semikonduktor di Asia Tenggara. Didorong oleh permintaan komputasi awan dan kecerdasan buatan yang terus meningkat, negara ini menarik investasi signifikan dari perusahaan teknologi terkemuka global.

Meningkatnya Permintaan dan Daya Tarik Investasi

Transformasi digital yang dipercepat oleh pandemi COVID-19 telah memicu lonjakan permintaan global untuk layanan berbasis internet dan cloud computing. Hal ini mendorong kebutuhan akan infrastruktur data center yang handal dan efisien. Malaysia menawarkan beberapa keunggulan yang menarik bagi investor di sektor ini, termasuk:

Biaya yang Lebih Rendah: Biaya energi dan lahan di Malaysia umumnya lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Hong Kong, membuat lokasi ini lebih hemat biaya untuk operasi data center.

Kebijakan Ramah Investasi: Pemerintah Malaysia telah menerapkan berbagai inisiatif, seperti Green Lane Pathway, untuk mempercepat proses persetujuan dan memfasilitasi investasi di sektor data center.

Lokasi Strategis: Johor Bahru, yang terletak berdekatan dengan Singapura, telah menjadi fokus utama investasi data center, memanfaatkan konektivitas regional yang kuat dan akses ke pasar yang dinamis.

Baca Juga:

Tantangan dan Solusi Berkelanjutan

Meskipun pertumbuhan pesat sektor data center membawa manfaat ekonomi yang signifikan, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang konsumsi energi dan air. Diperkirakan permintaan listrik dari data center di Malaysia akan mencapai 5 GW pada tahun 2035, melebihi kapasitas terpasang saat ini. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Malaysia telah mengambil langkah-langkah berikut:

Menerapkan Pedoman Energi Hijau: Pemerintah mendorong penggunaan sumber energi terbarukan dan teknologi hemat energi dalam operasi data center untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan keberlanjutan.

Meningkatkan Kapasitas Listrik: Upaya sedang dilakukan untuk memperluas kapasitas pembangkit listrik dan meningkatkan infrastruktur grid untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat.

Dominasi Semikonduktor dan Persaingan Regional

Di sektor semikonduktor, Malaysia telah lama dikenal sebagai pusat manufaktur terkemuka, terutama dalam proses perakitan, pengujian, dan pengemasan chip. Investasi besar dari perusahaan multinasional seperti Intel, GlobalFoundries, dan Infineon telah memperkuat posisi Malaysia dalam rantai pasokan semikonduktor global.

Namun, negara ini menghadapi persaingan dari negara-negara tetangga yang juga ingin mengembangkan industri semikonduktor mereka sendiri. Indonesia, khususnya, telah menerima investasi yang signifikan dalam sektor ini, meskipun masih tertinggal dalam hal infrastruktur dan keahlian teknis.

Rencana Induk Industri Baru 2030

Rencana Induk Industri Baru (NIMP) 2030 Malaysia menguraikan strategi untuk meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur dan memperluas jangkauan produk yang diekspor.

NIMP 2030 bertujuan untuk mendorong lebih banyak aktivitas hulu seperti manufaktur peralatan semikonduktor, fabrikasi wafer, dan desain sirkuit terpadu. Investasi besar dari perusahaan seperti Intel dan Texas Instruments diharapkan dapat mendorong manufaktur yang lebih kompleks dan bernilai tinggi di masa depan.

 

Editor : Jabrik