BANYUWANGI - Banyuwangi Ethno Carnival 2026 akan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, dengan mengusung tema "Perang Bayu-The Great War of Blambangan". Melalui parade kostum etnik modern, ratusan talent akan menampilkan kisah heroik perjuangan masyarakat Blambangan melawan VOC pada 1771-1772 yang menjadi bagian penting sejarah berdirinya Banyuwangi.
Tema Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dipilih untuk mengangkat perlawanan rakyat Blambangan terhadap penjajahan Belanda pada abad ke-18. Berbagai fragmen perjuangan tersebut akan divisualisasikan dalam rancangan kostum kreatif yang memadukan unsur budaya, sejarah, dan seni pertunjukan.
Baca juga: Investasi Pabrik Kaleng Rp200 Miliar Resmi Beroperasi di Banyuwangi, Tekan Kebutuhan Impor
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan BEC tidak hanya menjadi ajang parade kostum, tetapi juga ruang ekspresi budaya yang berakar pada identitas daerah.
“BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni berakar kearifan lokal. Ide dan tema yang diangkat setiap tahun diambil dari seni, budaya, tradisi, sejarah hingga potensi alam Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya,” ujar Ipuk, Selasa (7/7/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, puluhan kostum etnik akan merepresentasikan lima subtema yang menggambarkan berbagai sisi Perang Bayu.
Subtema pertama, "Pejuang Blambangan", menampilkan sosok-sosok pahlawan yang menjadi tokoh sentral dalam perlawanan tersebut, yakni Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit.
Subtema kedua, "Genderang Perang", menggambarkan persenjataan yang digunakan masyarakat Banyuwangi saat menghadapi penjajah, seperti keris, tombak, dan jemparing atau panah.
Sementara itu, subtema ketiga, "VOC dan Sekutu", menghadirkan visualisasi pasukan VOC beserta pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan terhadap Blambangan.
Subtema keempat, "Situs Perang", menampilkan lokasi-lokasi bersejarah yang menjadi arena perlawanan rakyat, antara lain Rowo Bayu, Teluk Pang-pang, dan Pelabuhan Grajagan.
Adapun subtema kelima, "Hasil Bumi", menggambarkan kekayaan alam Banyuwangi yang menjadi incaran penjajah, termasuk rempah-rempah dan berbagai hasil perkebunan.
“Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat kesemua sub tema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval,” tutur Ipuk.
Baca juga: Ipuk Fiestiandani Bersama Khofifah Lepas Ekspor 270 Ton Sarden Banyuwangi ke Berbagai Negara
Masuk Agenda KEN dan Rangkaian Banyuwangi Attraction 2026
BEC merupakan bagian dari kalender Banyuwangi Attraction 2026. Event ini telah diselenggarakan sejak 2011 dan secara konsisten masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata sejak 2022.
Ipuk menyampaikan apresiasi kepada para seniman, budayawan, desainer, dan generasi muda Banyuwangi yang terus mengangkat nilai-nilai budaya lokal melalui ajang tersebut.
“Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia menggangkat kearifan lokal sehingga khasanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari,” ujarnya.
Parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026 akan dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00 WIB. Para peserta kemudian berjalan sejauh 2,5 kilometer menuju garis akhir di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Hartono mengatakan rute parade akan melintasi pusat kota yang selama ini menjadi lokasi favorit masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan BEC.
Baca juga: Program Prioritas Kesehatan Banyuwangi Diperkuat Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
“Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 km menuju finish di depan kantor Pemkab Banyuwangi,” kata Hartono.
Rangkaian acara BEC 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan pameran UMKM pada 17 Juli, dilanjutkan BEC Grand Carnival pada 18 Juli, dan ditutup dengan konser musik pada 19 Juli.
Selain itu, pada Minggu pagi, 19 Juli 2026, juga akan digelar BI Run sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Kehadiran berbagai agenda tersebut diharapkan semakin memperkuat daya tarik Banyuwangi Ethno Carnival 2026 sebagai salah satu agenda wisata dan budaya unggulan nasional.
(red)
Editor : Fudai