DLH Surabaya Temukan Truk Sampah Bermasalah, Air Lindi Jadi Sorotan

Reporter : fuday
DLH Surabaya sidak rutin armada pengangkut sampah

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan armada pengangkut sampah setelah menemukan sejumlah kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan operasional. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebocoran air lindi yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan membahayakan pengguna jalan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, inspeksi mendadak (sidak) rutin dilakukan terhadap armada yang mengangkut sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dalam sidak yang digelar di Jalan Raya Tandes pada Kamis (4/6/2026) malam, petugas menemukan sejumlah armada yang memerlukan perbaikan segera.

Baca juga: Jejak Bung Karno di Surabaya dalam Pameran "Aku Arek Suroboyo" Telisik Sejarah Sang Proklamator

Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan beberapa kendaraan milik pihak swasta maupun DLH ditemukan mengalami kerusakan.

Menurutnya, terdapat armada swasta dengan bak kontainer yang berlubang. Selain itu, petugas juga menemukan truk milik DLH dengan lampu rem belakang yang tidak berfungsi saat dilakukan pemeriksaan kelayakan operasional malam hari.

DLH langsung memberikan teguran kepada pengemudi dan penanggung jawab armada agar kerusakan ringan segera diperbaiki tanpa harus menunggu jadwal perawatan rutin.

Selain memeriksa kondisi kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan sistem penampungan air lindi pada truk compactor. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kebocoran selama perjalanan menuju TPA.

Wasis menjelaskan, kerusakan pada seal atau bagian penampungan yang mengalami korosi dapat menyebabkan air lindi keluar ke jalan. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan bau menyengat sekaligus membuat permukaan jalan menjadi licin.

Dalam sidak tersebut, sekitar 10 armada milik DLH maupun pihak swasta diperiksa. Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, bertepatan dengan jam operasional pengangkutan sampah menuju TPA.

Baca juga: Pasar Murah di Gunung Anyar Jual Beras Rp11 Ribu dan Minyak Rp13 Ribu, Khofifah Turun Langsung

Petugas juga menemukan beberapa armada yang memiliki volume air lindi cukup banyak. Meski demikian, kondisi penampungan dinilai masih aman karena tidak ditemukan kebocoran pada tangki penampung.

DLH memastikan pengawasan armada akan terus dilakukan secara berkala di berbagai jalur distribusi sampah di Surabaya, baik wilayah utara, selatan, maupun armada yang melintas melalui jalan tol.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh kendaraan pengangkut sampah tetap dalam kondisi laik jalan dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan selama beroperasi.

Saat ini DLH Surabaya mengoperasikan 104 armada truk sampah yang terdiri dari jenis compactor dan arm roll. Ratusan kendaraan tersebut melayani 195 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Baca juga: Asal Usul Kota Surabaya, Dari Kerajaan Majapahit hingga Dijuluki Kota Pahlawan

Di sisi lain, DLH juga tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan air lindi sebagai bagian dari upaya peningkatan sistem pengangkutan sampah.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pembuangan air lindi di TPS sebelum armada diberangkatkan menuju TPA. Namun, rencana tersebut masih terkendala keterbatasan fasilitas pendukung di sejumlah TPS.

Untuk mendukung program tersebut, DLH Surabaya menargetkan pengadaan 195 unit alat pembersih bertekanan tinggi atau karcher rampung pada Juni 2026. Jumlah tersebut disesuaikan dengan total TPS yang ada sehingga setiap lokasi nantinya memiliki satu unit alat pembersih.

Keberadaan karcher diharapkan mampu mendukung pengelolaan air lindi secara lebih optimal sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas pelayanan pengangkutan sampah di Kota Surabaya. (red)

Editor : fuday

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru