Bulog Jatim Gelontorkan 65 Ribu Ton SPHP ke Pasar, Amankan Harga Beras di Musim Kemarau

Reporter : fuday
Kondisi beras di Jawa Timur melimpah, Artik.id/sam

SURABAYA – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur masih terjaga stabil meski musim kemarau mulai berdampak pada berkurangnya pasokan hasil panen, terutama komoditas beras.

Stabilitas harga tersebut ditopang berbagai program intervensi pemerintah, mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan (Banpang), hingga distribusi Minyakita yang terus digencarkan di berbagai daerah.

Baca juga: Inflasi Jatim April 2026 Melambat ke 0,02%, Dipicu Harga BBM dan Pangan

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap komoditas beras seiring berakhirnya masa panen di sejumlah wilayah. Untuk menjaga pasokan dan harga tetap terkendali, Bulog terus menyalurkan beras SPHP ke pasar.

Hingga awal Juni 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah mencapai 65.648 ton atau sekitar 66 persen dari target 98.767 ton. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi kedua secara nasional.

Menurut Langgeng, program SPHP berperan penting dalam menjaga harga beras medium agar tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram.

Bulog menjual beras SPHP dari gudang dengan harga Rp11.000 per kilogram. Sementara pedagang diperbolehkan menjual kepada konsumen dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.

Selain SPHP, pemerintah bersama Bulog juga menyalurkan Bantuan Pangan kepada 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Jawa Timur.

Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Program ini dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menekan lonjakan permintaan beras dan minyak goreng di pasar.

Untuk alokasi Februari-Maret yang saat ini masih berjalan, total beras yang telah disalurkan mencapai 112.769 ton dengan kualitas medium. Adapun minyak goreng yang didistribusikan mencapai sekitar 22,5 juta liter.

Di sisi lain, penyaluran Minyakita juga terus diperkuat melalui pasar rakyat dan kegiatan pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Baca juga: Perluas BPJS Ketenagakerjaan, Menaker Beri Diskon Iuran untuk Pekerja BPU

Selama periode April hingga Juni 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan sebanyak 2.239.405 liter Minyakita. Sebanyak 64 persen dari total distribusi tersebut disalurkan melalui pasar rakyat untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Hasil pemantauan Tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Bulog Kanwil Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo menunjukkan harga pangan masih terkendali.

Harga beras medium tercatat berada di kisaran Rp12.000 per kilogram atau masih di bawah HET. Sementara harga beras premium berada di angka Rp14.900 per kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk minyak goreng merek Minyakita, harga jual di kedua pasar tersebut juga masih sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter.

Meski demikian, sejumlah pedagang berharap pasokan Minyakita dapat ditingkatkan karena tingginya permintaan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: BULOG Hadiri Peringatan May Day 2026 di Monas Bagikan 350 Ribu Paket Sembako Gratis

Langgeng menjelaskan bahwa alokasi Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita untuk BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma hanya sebesar 35 persen. Adapun 65 persen sisanya didistribusikan melalui sektor swasta.

Berdasarkan perkembangan terbaru, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di Jawa Timur. Komoditas cabai rawit tercatat sebagai penyumbang inflasi utama, disusul oleh beras.

Karena itu, Bulog berharap program SPHP, Bantuan Pangan, dan distribusi Minyakita dapat terus menjaga ketersediaan pasokan, mengendalikan harga pangan, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tantangan musim kemarau.

"Program-program pemerintah yang terus dijalankan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan, khususnya beras dan minyak goreng, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi dapat terkendali," kata Langgeng.

Editor : fuday

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru