Cara Unik Pulihkan Terumbu Karang Menggunakan Teknologi Speaker Bawah Laut

Reporter : Elis
Ilustrasi by artik.id

SURABAYA - Upaya memulihkan terumbu karang yang rusak kini semakin berkembang dengan bantuan teknologi speaker bawah laut.

Metode ini dikenal dengan nama acoustic enrichment, yakni teknik memutar suara ekosistem laut yang sehat untuk menarik kembali kehidupan di kawasan karang yang telah rusak dan sepi.

Baca juga: Perubahan Iklim Bisa Bikin Infeksi Kebal Antibiotik Makin Parah, Negara Berkembang Paling Rentan

Teknologi tersebut berangkat dari pemahaman bahwa terumbu karang yang sehat memiliki suara alami yang ramai. Bunyi-bunyian itu berasal dari berbagai organisme laut, seperti ikan dan udang pistol, yang hidup di dalam ekosistem karang.

Suara tersebut ternyata memiliki fungsi penting. Ikan-ikan muda menggunakan suara alami itu sebagai penunjuk arah untuk menemukan habitat yang aman dan layak dihuni.

Sebaliknya, ketika terumbu karang rusak akibat pemutihan, polusi, maupun perubahan iklim, kawasan itu menjadi sunyi. Kondisi tersebut membuat banyak biota laut enggan datang atau menetap di area tersebut.

Dilansir dari zonautara, Sabtu (9/5), penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature Communications pada 2019 menunjukkan hasil positif dari penggunaan teknologi ini di Great Barrier Reef.

Riset tersebut dilakukan tim gabungan dari University of Exeter, University of Bristol, James Cook University, dan Australian Institute of Marine Science.

Baca juga: Pada Pengukuhan Pengurus Apindo, Jokowi Tegaskan Pentingnya Hilirisasi Industri

Hasil penelitian menemukan bahwa speaker bawah laut mampu meningkatkan jumlah ikan yang kembali ke kawasan karang rusak hingga dua kali lipat. Tak hanya itu, keragaman spesies ikan juga meningkat sekitar 50 persen dibandingkan area tanpa rekaman suara.

Salah satu peneliti, Steve Simpson, menjelaskan bahwa suara memiliki peran besar dalam membantu ikan muda mencari tempat tinggal baru.

“Terumbu karang yang sehat merupakan tempat yang sangat berisik,” ujarnya, menggambarkan pentingnya suara alami dalam kehidupan bawah laut.

Baca juga: Luhut Jawab Kekhawatiran Masyarakat Terkait Dampak Lingkungan Hilirisasi Nikel

Penelitian lain yang dilakukan Woods Hole Oceanographic Institution di wilayah US Virgin Islands juga menunjukkan hasil serupa.

Pemutaran suara terumbu karang sehat disebut mampu meningkatkan penempelan larva karang hingga 1,7 kali lebih tinggi dibanding area tanpa suara.

Meski demikian, para peneliti menegaskan teknologi ini bukan solusi tunggal. Perlindungan lingkungan laut dan penanganan perubahan iklim tetap menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang. (lis)

Editor : Elis

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru