Enny Minarsih:Tanpa APBD, Job Fair Industrial & Labour, Efektif Tekan Pengangguran di Surabaya

Reporter : rudi
Ketua Bapemperda DPRD Surabaya Enny Minarsih (doc.enny)

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Enny Minarsih, menilai langkah Pemkot Surabaya melalui program Surabaya Industrial and Labour sebagai strategi progresif dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat daya saing industri lokal.

 

Baca juga: SMPN Tambak Wedi Mangkrak, Faris Abidin Sentil Keras Kinerja Pemkot Surabaya

Program yang digagas oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, ini dinilai tidak hanya menghadirkan solusi jangka pendek berupa penyediaan lapangan kerja, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan berbasis ekspor.

“Kegiatan ini sangat positif karena tidak sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga mendorong pelaku usaha naik kelas hingga mampu menembus pasar internasional,” tutur Enny pada Warta Artik.id Selasa (07/04).

 

Ia menjelaskan, konsep yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas pelaku usaha dengan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Ketika pelaku usaha berhasil menembus pasar ekspor, maka kebutuhan tenaga kerja otomatis meningkat dan berdampak langsung pada warga Surabaya.

 

Dalam pelaksanaannya di Balai Pemuda, tambah enny, kegiatan ini juga menghadirkan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli dari luar negeri. Tercatat ada sembilan negara yang menunjukkan minat terhadap produk unggulan Surabaya, khususnya sektor makanan.

 

Selain itu, sekitar 1.200 lowongan kerja dibuka oleh kurang lebih 40 perusahaan, dengan potensi terus bertambah seiring meningkatnya permintaan produksi.

“Ini langkah konkret. Ketika produksi meningkat karena ekspor, maka peluang kerja bagi warga Surabaya juga semakin terbuka lebar,” tegasnya.

 

Baca juga: Neng Ais Yakin Muscab PKB Surabaya Lahirkan Soliditas Struktur Partai Yang Responsif Untuk Rakyat

Rangkaian kegiatan dimulai pada 7 April dan dilanjutkan dengan penandatanganan letter of intent pada 8 April di Grand City, yang kemudian diikuti proses wawancara kerja bagi para pencari kerja.

 

Enny juga menyoroti perbedaan signifikan program tahun ini dibanding sebelumnya. pendekatan yang dilakukan kini lebih komprehensif karena menggabungkan penciptaan lapangan kerja dengan strategi peningkatan produksi untuk ekspor.

“Ini bukan sekadar membuka lowongan kerja, tapi benar-benar menciptakan link and match antara kebutuhan industri dan tenaga kerja,” jelasnya.

 

Srikandi Politisi PKS Surabaya itu beberkan Minat dari pasar global, dinilai menjadi sinyal positif. Sejumlah negara seperti Pakistan, Brunei, Oman, Singapura hingga Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan dan bahkan berharap kegiatan ini dapat digelar secara rutin.

Baca juga: Cak YeBe Dukung Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya Berbasis Kinerja Bukan "Circle"

 

Menariknya, program ini dilaksanakan tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti sponsor, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dari hasil kurasi, sebanyak 36 pelaku usaha terpilih mengikuti tahap akhir business matching dari total awal sekitar 80 peserta. Sementara itu, Disperinaker juga menyiapkan berbagai pelatihan berbasis kebutuhan industri, mulai dari pengelasan, logistik, hingga ekspor-impor.

 

Tak hanya membuka peluang kerja di dalam negeri, program ini juga membuka akses kerja ke luar negeri seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan, dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Ini harus terus dikembangkan. Tujuan akhirnya jelas, warga Surabaya terserap kerja, pengangguran turun, dan ekonomi kota bergerak melalui ekspor,” pungkas Enny.

Editor : rudi

Peristiwa
10 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru