JARRWC Cari Kerangka Prajurit Jepang ke Papua, Ali Baham Ingatkan "Kita Juga Korban"

Foto © 2024 Amatus Rahakbauw/ARTIK.ID
Foto © 2024 Amatus Rahakbauw/ARTIK.ID

MANOKWARI | ARTIK.ID - Pemerintah Provinsi Papua Barat menyambut hangat kedatangan JARRWC (Japan Association for Recovery and Repatriation of War Casualties) pada Selasa (27/2/2024).

JARRWC merupakan organisasi yang fokus pada pengumpulan jenazah atau kerangka prajurit Jepang yang gugur dalam Perang Dunia 2.

Baca Juga: Memasuki Ramadan, BBPOM Manokwari Intensifikasi Pengawasan Takjil di Fakfak

Tim JARRWC terdiri dari tujuh orang, termasuk Ketua Fumihiko Matsumoto, perwakilan Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Tenaga Kerja Jepang Ken Miyashita, dan tim museum sejarah, diterima langsung oleh Pejabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere.

Foto © 2024 Amatus Rahakbauw/ARTIK.IDFoto © 2024 Amatus Rahakbauw/ARTIK.ID

Dalam pertemuan tersebut, Ali Baham menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk membantu tim JARRWC dalam upaya menemukan kerangka para prajurit Jepang. Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas korban jiwa di Papua akibat peperangan tersebut.

"Kami turut prihatin atas korban yang begitu banyak. Karena sebenarnya keluarga kami juga, orang Papua ini ada korban ketika Jepang dan Amerika berselisih," ungkap Ali Baham.

Ali Baham menekankan bahwa di lokasi penemuan kerangka prajurit Jepang, kemungkinan besar terdapat pula korban dari Papua yang perlu diperhatikan.

"Ketika kami membantu dan menemukan kerangka dari korban, kami akan turut sedih. Bagaimana dengan kami?. Kami Titip ini kepada pemerintah Jepang, dan juga kepada Kementerian RI, untuk melihat ketika hari ini mengantar Jepang ke sini, tetapi kami juga adalah korban," tuturnya.

"Kami mendukung sepenuhnya, kami hormat sepenuhnya, karena kemanusian dan perdamaian itu jauh lebih tinggi dari semuanya. Sekarang sudah tidak ada lagi kebencian, kita semua sudah satu karena kemanusian," imbuh Ali Baham.

Baca Juga: Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Pimpin Upacara Hari Bakti Rimbawan ke 41

Sebelumnya, Fumihiko Matsumoto melalui penerjemah Helmi menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan tim JARRWC, yaitu untuk mengumpulkan kerangka prajurit Jepang dan mengirimkannya kepada keluarga mereka.

"Maksud kedatangan kami adalah secepat mungkin dapat mengumpulkan kerangka dari prajurit yang gugur dalam perang dunia 2 dan dapat mengirimkan kepada keluarga. Menurut kami misi ini merupakan misi kemanusiaan dan misi yang sakral," jelas Matsumoto.

Pada kesempatan itu, beberapa keluarga korban perang dunia 2 yang tewas di Papua turut hadir dan memperkenalkan diri. Salah satunya adalah Kinagawa Ritsu, anak dari Sogabe Moriaki yang gugur di Yakati.

"Nama saya, Kinagawa Ritsu, saya adalah anak dari salah satu korban perang dunia ke dua. Ayah saya bernama Sogabe Moriaki, beliau meninggal di Yakati. Saya sendiri belum bertemu dengan orang tua saya hingga usia saya sekarang 80 tahun, tapi yang saya tau beliau dikubur disini," ungkap Ritsu melalui Helmi.

Baca Juga: Ali Baham Temongmere Gelar Buka Puasa Pertama dengan Menyantuni Anak Yatim

Setelah pembicaraan selesai, ditetapkan tiga titik lokasi pengumpulan kerangka prajurit, yaitu dua titik di Kota Manokwari dan satu titik di Kabupaten Teluk Bintuni.

Tim JARRWC didampingi oleh perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia dalam kunjungannya ke Papua Barat.

(ark)

Foto © 2024 Amatus Rahakbauw/ARTIK.ID

Editor : Amatus Rahakbauw