Tokoh Masyarakat Kerobokan Puri Artha Mendukung Gusti Agung Putu Sutarja Maju ke DPRD Badung

BADUNG | ARTIK.ID - Tokoh masyarakat desa adat Kerobokan, Puri Artha mendukung penuh majunya Bendesa Adat Kerobokan, yang juga putra asli kerobokan, yakni I Gusti Putu Sutarja, SH, MH. Sutarja yang merupakan Bendesa Adat Kerobokan itu maju dengan Nomer urut 7 ke DPRD Kabupaten Badung Dapil Kecamatan Kuta Utara lewat PDIP.

Puri Artha ketika ditemui menyatakan sosok Sutarja seorang figur yang patut diteladani. "Karena selama jadi Bendesa adat, sudah mampu mewujudkan dan aspirasi masyarakat di tingkat adat. Bahkan memperjuangkan hingga kabupaten, jarang yang begitu," jelas Puri Artha pada Senin (8/1/2024) di Kerobokan Badung.

Baca Juga: I Gusti Agung Putu Sutarja Hadiri Lomba Budaya Bulan Bahasa di Desa Adat Kerobokan

Kemampuan Sutarja membawanya duduk di Majelis Alit Desa Adat Badung. Namun kini Sutarja mundur dari Majelis adat karena etika menjadi caleg. "Jika beliau maju di Kuta Utara, maka bisa perjuangkan Kuta Utara dan Badung," jelas dia.

Bahkan, dengan menjadi majelis alit, tidak hanya tahu di wilayah Kerobokan. "Beliau tahu sampai Petang karena duduk di majelis. Beliau tahu pecalang sebagai garda depan pengamanan. Sekarang struktur sangat bagus, masyarakat merasa nyaman," jelas dia.

Dikatakan tanpa ada pimpinan yang baik, pecalang bisa liar. Saat ini sangat bagus dan tertib. "Ini juga diakui oleh Krama tamiu," jelas dia.

Dengan majunya Sutarja ke DPRD Badung, itu mendapatkan restu dari bupati Badung dan mendapatkan dukungan dari tokoh Kerobokan. "Potensi suara di Kerobokan saja 30 ribuan. Namun biasanya yang datang ke TPS tidak semua, sekitar 28 ribuan," jelas dia.

Baca Juga: I Gusti Agung Putu Sutarja, Sapa Tokoh Masyarakat Banjar Anyar Kaja dalam Rangka Menyerap Aspirasi

Ketidakhadiran biasanya 40 persen karena sakit, kerja atau keluar daerah karena liburan. "Kalau liburan ke Lombok atau keluar negeri, gimana cara memilih. Belum lagi 14 Februari anak muda valentine," jelas dia.

Diakui, pada tanggal pemilihan diliburkan. Maka banyak yang cuti. "Itu yang kami khawatirkan. Maka kami harapkan datang, jangan golput agar kualitas pemilu lebih baik," jelas dia.

Dia mengajak masyarakat Kerobokan memilih yang punya rekam baik. "Jangan hanya iming-iming hibah, atau hanya dapat Rp 100 ribuan memilih. Maka pilih yang mampu," jelas dia. Jangan memilih dewan 5D. "Datang, duduk, dengar, diam, duit. Maka parlemen itu bicara. Gimana kalau diam, apa yang diperjuangkan? Bila perlu debat dan gebuk meja demi masyarakat," ungkap dia.

Baca Juga: Kiat Sukses Made Dwiantara Mengelola LPD Adat Tuka Badung Berkat Dukungan dari CV ARMS dan YPLSB

Adapun PR bagi Kerobokan, banyak anak muda belum kerja hingga penataan lingkungan. "Memang sudah pernah dilakukan selaku Bendesa, namun ketika jadi DPRD, tentunya ada power lebih besar," jelas dia.

Dengan potensi 52 Banjar. Bahkan, wilayah Kerobokan mencapai wilayah kota Denpasar. "Dengan beda kota, mampu dirangkai oleh pak Sutarja. Belum saat kepentingan seperti sekarang bulan pemilu, rawan tegang. Maka ini peran Bendesa mampu merangkul dan berkomunikasi dan konspiratif," jelas dia.

Dirinya yakin terpilih. "Pasti menang," tutup dia. (lani)

Editor : Lani