SURABAYA – Kondisi rumah tidak layak huni di kawasan Demak Jaya II, Surabaya, kian memprihatinkan setelah bagian atapnya ambrol akibat hujan yang disertai angin. Menyikapi kondisi tersebut, anggota DPRD Kota Surabaya, Zuhrotul Mar’ah, kembali turun ke lapangan untuk memastikan kondisi rumah sekaligus mendorong percepatan bantuan bedah rumah bagi warga yang membutuhkan.
Persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan warga saat kegiatan reses. Menindaklanjuti aspirasi itu, Zuhrotul Mar’ah mengusulkan agar rumah tersebut masuk dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Pemerintah Kota Surabaya.
Namun, hingga kini bantuan yang diharapkan belum terealisasi. Sementara itu, kondisi bangunan semakin mengkhawatirkan setelah bagian atapnya runtuh ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.
“Kami sudah datang kembali untuk melihat kondisi rumah sekaligus menindaklanjuti keluhan warga. Secara administratif, warga ini masuk dalam desil 4 sehingga layak untuk diusulkan mendapatkan bantuan bedah rumah,” tutur dr.Zuhro pada Warta Artik.id Kamis (29/10).
Ia menyampaikan, kerusakan rumah tersebut membutuhkan perhatian serius. Selain atap yang ambrol, rangka penyangga atap juga dilaporkan telah lapuk. Kondisi itu berpotensi mengancam keselamatan penghuni, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
Karena itu, Dr.Zuhro meminta Pemkot Surabaya segera mengambil langkah konkret agar warga tidak terlalu lama tinggal di rumah dengan kondisi bangunan yang membahayakan.
Program bedah rumah perlu dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memerlukan penanganan segera.
“Kami berharap pemerintah kota segera menindaklanjuti usulan ini. Kondisi rumah sudah sangat memprihatinkan, terlebih bagian atap dan rangkanya berpotensi membahayakan penghuni,” tandasnya.
Di sisi lain, Pihak Kelurahan Tembok Dukuh menyampaikan bahwa laporan mengenai rumah tidak layak huni akan ditindaklanjuti melalui pendataan dan peninjauan lapangan. Data pemilik rumah beserta anggota keluarganya kemudian dihimpun sebagai bahan penyusunan laporan kepada dinas terkait.
Pihak kelurahan juga mempersilakan warga yang mengetahui adanya rumah tidak layak huni untuk menyampaikan laporan melalui ketua RT, ketua RW, maupun langsung ke kantor kelurahan. Laporan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Zaenal Arifin, Ketua RT 3 RW 10 Demak Jaya II, menjelaskan bahwa kondisi rumah tersebut telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah ketika kegiatan reses anggota dewan berlangsung.
Menurutnya, kerusakan semakin terlihat setelah hujan turun selama beberapa hari. Bagian atap rumah yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akhirnya ambrol sehingga memerlukan penanganan segera.
Zaenal berharap usulan warga tersebut tidak berhenti pada tahap pendataan dan peninjauan, tetapi dapat segera ditindaklanjuti melalui bantuan perbaikan rumah.
“Kami berharap rumah ini segera mendapatkan bantuan bedah rumah karena kondisinya sudah seperti ini,” ungkapnya.(rda)
Editor : rudi