artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Cahyo Harjo Prakoso Apresiasi Banpres, Revitalisasi Sekolah Perkuat Kualitas Pendidikan di Surabaya

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Suasana Cahyo Harjo Prakoso saat Mengunjungi SDN Kendang Sari 4 Surabaya (doc.AMS)
Suasana Cahyo Harjo Prakoso saat Mengunjungi SDN Kendang Sari 4 Surabaya (doc.AMS)

SURABAYA – Revitalisasi SDN Kendangsari 4 Surabaya melalui program Bantuan Presiden (Banpres) membawa perubahan bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Penambahan dan perbaikan fasilitas pendidikan ini menjadi jawaban atas keterbatasan ruang kelas sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan layak.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Sekaligus Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, mengapresiasi pelaksanaan program revitalisasi tersebut saat meninjau langsung kondisi sekolah pada Kamis (22/10). Ia menilai, penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai merupakan bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi anak.

Bagi Mas Cahyo (sapaan akrabnya), ruang kelas tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi lingkungan yang mendukung perkembangan potensi, kreativitas, dan karakter siswa.

“Ruang kelas bukan hanya sekadar bangunan untuk berlangsungnya proses pendidikan, tetapi harus menjadi ruang inovasi, kreativitas, dan bermain bagi anak-anak. Karena itu, kenyamanan dan keamanan sangat penting diwujudkan, dan ini salah satu bentuk implementasinya,” tuturnya pada Warta Artik.id seusai meninjau sekolah tersebut.

Ia menjelaskan, revitalisasi ini menjadi solusi atas persoalan keterbatasan ruang belajar yang sebelumnya dihadapi sekolah. Pada 2025, SDN Kendangsari 4 memiliki 11 rombongan belajar (rombel), tetapi hanya ditunjang tujuh ruang kelas. Akibatnya, empat rombel belum memiliki ruang belajar tersendiri.

Mas Cahyo menyebut SDN Kendangsari 4 sebagai salah satu sekolah penerima manfaat program revitalisasi yang, berdasarkan data yang disampaikannya, telah menjangkau lebih dari 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Ia berharap, fasilitas yang telah dibangun tidak hanya dimanfaatkan secara optimal, tetapi juga dijaga dan dirawat bersama agar keberadaannya memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami sudah berpesan kepada kepala sekolah dan seluruh jajaran agar bangunan ini dijaga kebersihan serta dirawat. Harapannya, fasilitas ini bisa terus dimanfaatkan oleh adik-adik kelas mereka,” ucapnya.

Selain meninjau fasilitas ruang kelas,Politisi Muda Gerindra Surabaya itu turut memberikan bantuan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) untuk menunjang kenyamanan siswa kelas VI dalam mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Ia juga menyatakan kesiapannya membantu penyediaan peralatan penunjang olahraga setelah mendapat informasi mengenai sejumlah prestasi yang diraih sekolah tersebut, termasuk di bidang futsal.

“Kami menyumbang AC agar anak-anak semakin fokus dan semangat belajar. Saya juga mendengar sekolah ini punya banyak prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Itu harus kita dukung agar mereka makin berprestasi dan membanggakan orang tua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mas Cahyo menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauannya, sebanyak 15 sekolah di Surabaya telah terealisasi dalam program revitalisasi sepanjang 2026. Meski belum mengetahui jumlah sekolah yang akan menerima bantuan pada tahun berikutnya, ia berharap cakupan program tersebut dapat diperluas dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah.

"Pemerataan pembangunan pendidikan perlu menjadi perhatian bersama, terutama agar kualitas fasilitas dan layanan pendidikan tidak terlalu timpang antara satu daerah dengan daerah lainnya,"tambahnya.

Ia menilai, Surabaya memiliki kondisi fiskal dan infrastruktur pendidikan yang relatif baik dibandingkan sejumlah daerah lain. Oleh karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tetap perlu diperkuat agar anak-anak di seluruh Indonesia memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

“Kalau kita membiarkan kesenjangan pendidikan terus terjadi, sama saja kita membiarkan kesenjangan ekonomi tumbuh di masyarakat. Pendidikan yang baik akan melahirkan SDM berkualitas, dan SDM berkualitas akan mendorong kesejahteraan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kendangsari 4 Surabaya, Shofy Alfu Khasanah, menyambut baik bantuan revitalisasi yang dinilai mampu menjawab kebutuhan ruang belajar di sekolahnya.

Ia berharap, pembenahan fasilitas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan siswa sekaligus menunjang kegiatan belajar mengajar secara lebih optimal. Menurutnya, tersedianya sarana pendidikan yang memadai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong prestasi siswa.

“Terima kasih atas bantuan program revitalisasi ini dan bantuan AC dari Pak Cahyo. Alhamdulillah, aspirasi kami terealisasi sehingga anak-anak bisa merasakan fasilitas yang lebih baik dan tidak kalah dengan sekolah swasta,” ujar Shofy.(rda)

Editor :

Menko Sugiono dan Tembakau
Opini   

Menko Sugiono dan Tembakau

                                                                     Oleh: S. Alamsyah Sejak dilantik menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebu…